Polsek Kebon Jeruk Bersama Tiga Pilar Laksanakan Pam Penutupan Sementara Ziarah Di TPU

•>Pedagang Bunga Rampai Mengeluh Omset Penjualan Turun Drastis

 

Jakarta, Koranpelita.com

Jajaran Polsek Kebon Jeruk dibawah Komando Kapolsek Kebon Jeruk  Kompol R Manurung, SH bersama Tiga Pilar melaksanakan Pam Penutupan sementara Tempat Pemakaman Umum yang ada di wilayah hukum Polsek Kebon Jeruk yakni TPU Rawa Kopi,  Al Kamal, Kedoya Selatan,  dan TPU Kepa Duri, Kelurahan Duri Kepa untuk Kegiatan Ziarah Idul Fitri 1442 H, Jumat (14/5/2021).

Di TPU  Rawa Kopi, Kedoya Selatan giat Pam dipimpin Kanit Patroli Iptu Abubakar Sidik bersama Bhabinkamtibmas Kedoya Selatan Aiptu Suratmin dan Babinsa 05/KJ Bripka Sunarso. Sedangkan TPU Kepa Duri dipimpin Kapolsubsektor Duri Kepa Iptu Trisno Yuwono bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Bambang Supriadi dan Babinsa 05/KJ Peltu Uleng. Turut hadir Kasatpel TPU Rawa Kopi/Kepa Duri/Basmol Ibu Ria beserta staff  KaSatpol PP Duri Kepa Zaenal Abidin dan Kasstpol PP Kedoya Selatan Liyya. A.

Giat pengamanan TPU  ditinjau langsung Wakapolsek AKP Sutamso Widodo, SH bersama Pawas Ipda Alex Wungkur.

Kapolsek Kebon Jeruk Kompol R Manurung, SH menegaskan,  penutupan sementara TPU yang ada di wilkum Polsek Kebon Jeruk un dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-18 dan sekaligus mencegah terjadinya cluster baru Covid-19 di Hari Raya Idul Fitri 1442 H, terutama  saat pelaksanaan Ziara Kubur Idul Fitri 1442 H.

“Saya berterimakasih kepada warga masyarakat,  khususnya warga Kebon Jeruk yang menunda kegiatan ziarah Idul Fitri tahun ini. Ini untuk kesehatan kita bersama disaat Pandemi Covid-19 masih tinggi dan belum berakhir, ” tegas Kapolsek.

Dari Pantauan dilapangan terlihat kondisi Pintu Gerbang TPU dalam keadaan dikunci. Petugas gabungan berjaga didepan dan di dalam pintu gerbang sambil  melaksanakan edukasi dan himbauan kepada para peziarah secara humanis terkait penutupan sementara area TPU. Selain itu,  didepan pintu gerhang terpampang spanduk bertuliskan ‘Tutup Sementara Untuk Kegiatan Ziarah’.

Sementara itu,  penutupan makam/TPU di wilayah Kebon Jeruk tidak hanya berimbas kepada para peziarah yang tidak bisa berziarah di makam keluarga,  sanak dan saudara yang telah meninggal. Akan tetapi juga berimbas kepada para pedagang bunga rampai yang mengais rezeki tahunan di area makam/TPU.

Maemun (50 thn)  pedagang bunga rampai di TPU Rawa Kopi, Kedoya Selatan mengeluhkan penutupan makam untuk para peziarah di Hari Raya Idul Fitri.

Menurut wanita paruh baya yang mengaku sudah bertahun-tahun keluarganya berjualan bunga rampai ini, omset penjualannya turun drastis akibat adanya penutupan TPU.

“Ini bukan hanya turun drastis pak,  tapi tidak bisa balik modal. Bunga rampai ini tidak bisa disimpan lama karena akan busuk. Semoga yang namanya Covid ini bisa segera berakhir, ” ujarnya.

Sementara itu,  ada juga yang kecewa dengan membuang bunga rampai di depan pintu gerbang akibat tidak diperkenankan masuk TPU untuk berziarah(ay)

About ahmad yani

Check Also

Peduli Isu Kesehatan Mental, BonCabe berkolaborasi dengan Ease Indonesia Gelar Talk Show Mengenai Self-Love, Be Your Self Be Original

Tangerang, Koranpelita.com PT Kobe Boga Utama, Pandemi yang masih terus berlangsung sampai saat ini, membuat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *