Masih Belum Beruntung

Hongkong, Koranpelita.com

Pembaca yang budiman, koranpelita.com mendapat kesempatan berbincang melalui WA dengan Pekerja Migran Indonesia di Hongkong, Rondiyah yang sejak tahun 2011 tinggal di negeri jiran tepatnya di Princaward, Hongkong.
Berikut ini penuturannya.

Pengalaman PMI di Hongkong (2)

Pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah harapan, hati ini berbunga-bunga. Harapannya memperbaiki kehidupan terbayang sudah.

Perjalanan panjang melelahkan menggunakan pesawat terbang untuk pertama kalinya, tidak dihiraukan. Penat di badan tidak terasa, semua hilang seperti terhapus harapan indah membentang di depan mata.

Orang tua dan dua anak remaja putri yang ditinggal di kampung halaman tidak lebih mengkhawatirkan dari pada pekerjaan yang harus dijalani di tanah rantau yang jauh dari pandangan dan jangkauan.

“Pokoknya indah terbayang, sudah merantau dan bekerja,” kata Rondiyah membayangkan pertama kalinya berada di kota metropolitan Hongkong.

Malang tidak dapat ditolak, nasib baik belum dapat diraih. Pertama bekerja di majikan yang satu ini hanya mampu bertahan selama empat bulan.

Pertama tiba di Hongkong, ditempatkan di penampungan. Dua hari tinggal di bording, istilah untuk tempat tinggal sementara. Tidak berlama-lama, dua hari cukup singkat dan langsung diambil majikan.

Di Ngau Fau Kok, majikan pertama bernama Sindyrela. Tidak mengerti, tidak kenal dan tidak banyak mengenal apa dan siapa sebenarnya. “Saya bekerja seperti biasa, seperti latihan yang diberikan sebelum pemberangkatan,” paparnya.

Sampai rumah majikanku lanjutnya, menyesuaikan diri dan penuh semangat dan beradaptasi, menyesuaikan dengan lingkungan yang baru.

“Ternyata emang majikan itu agak stres, aku cuma bertahan sampai empat bulah, setelah itu aku dipulangkan di kantor, di kantor diproses lagi, sampai dua minggu,” kenangnya.

Selama kembali ke kantor lanjutnya, tidak ada lain kecuali berdoa. Dalam hati kepingin bekerja yang lebih baik dengan harapan mendapatkan tempat bekerja yang juga lebih baik lagi.

“Niatku mau cari majikan lagi, habis proses ada majikan nyariku.
Aku seneng sekali, sambil berdoa, mudah-mudahan majikan ini lebih baik dari pada yang kemarin,” pungkasnya. (D)

About koran pelita

Check Also

Seni Kaligrafi Syiar Mewarnai Dunia

Oleh : M. Arif Syukur  * Penulis, Kepala Sub Devisi Pemberdayaan Masyarakat Jakarta Islamic Centre …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *