Rondiyah: Tinggalkan Menoreh untuk Menang

Hongkong, Koranpelita.com

Pembaca yang budiman, koranpelita.com mendapat kesempatan berbincang melalui sambungan WA dengan Pekerja Migran Indonesia di Hongkong, Rondiyah yang sejak tujuh tahun silam tinggal di negeri jiran tepatnya di Princaward, Hongkong.
Berikut ini penuturannya.

Putri bapak Darmo Wasito warga Kadigunung RT36 RW09 Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Berada di kawasan Pegunungan Menoreh yang tandus, bebatuan kapur hanya dapat ditumbuhi singkong. Hidup dalam serba keterbatasan dan hanya menamatkan pendidikan dasar di kampung halamannya.

Sangat kuat tekat dan semangatnya untuk mengubah nasib sehingga halangan dan rintangan tidak mengurangi niat untuk merantau..

Ibu dari Yunita dan Yusinta ini menuturkan perjalanan jauh merantau meski banyak halangan dan rintangan tetap dijalani untuk menyongsong hari depan yang lebih baik.

Tekatnya bulat untuk meninggalkan kampung halaman, meski banyak orang mencibirnya. Namun semua itu tidak dihiraukan, satu yang menguatkan semangatnya apapun pekerjaan yang penting halal.

Tidak banyak pilihan. Berbagai keterbatasan mengharuskan membanting tulang untuk membesarkan dua buah hatinya. Suaminya meninggal dunia sehingga harus mengganti peran sebagai kepala keluarga.

“Buat sahabat, semuanya yang berada di mana saja aku seorang ibu yang punya cita-cita yang tinggi. Aku sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hongkong, karena aku akan menafkahi kedua anak-anakku. Aku harus punya tekat dan hati yang kuat,” kata Rondiyah semangat.

Rondiyah melanjutkan, aku tidak takut dengan suara-suara yang dibicarakan orang lain, yaitu, hinaan pelecehan dan hujatan-hujatan lainnya.

Pertimbangan utamanya lanjutnya, karena demi masa depan untuk anak-anakku yang penting niatku kerja dapet rejeki yang halal dan barokah amin.

Bekerja di negri orang tidak semudah yang orang-orang bayangkan. Banyak perjalanan yang berliku, dengan duri yang tajam, tapi tetap harus kulewati. (D)

About koran pelita

Check Also

Seni Kaligrafi Syiar Mewarnai Dunia

Oleh : M. Arif Syukur  * Penulis, Kepala Sub Devisi Pemberdayaan Masyarakat Jakarta Islamic Centre …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *