Menulis opini itu mudah

Menulis opini itu mudah. Mulailah dengan menulis sesuatu yang disukai. Jangan dipaksakan. Jika memang baru bisa mendapat satu paragraf, tidak apa-apa. Hal itu dikatakan oleh penulis opini asal Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang , Tasmilah, Kamis (25/02/2021).

Tasmilah yang berbicara di acara seminar yang dilakukan secara daring (webinar), oleh BPS Kabupaten Kendal menjelaskan, sebagai penulis opini pemula, jangan malu-malu untuk membaca karya orang lain. Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM).

“Carilah ide yang terjadi saat ini, dan sempatkan membaca ,” kata Tasmilah.
Perempuan yang sudah menulis ratusan opini tersebut, menambahkan pelajari juga karakter media yang akan dijadikan tempat untuk memuat tulisan opini. Sebab karakter media satu dengan yang lain berbeda.

“Kalau media cetak, halaman untuk opini, kan kolomnya berbeda. Kita harus tahu, berapa karakter tulisan kita dan mau dikirim ke media mana,” ujarnya.
Tasmilah, meminta agar terus menulis. Jangan putus asa bila tulisan yang dikirim ke media, tidak dimuat. Jadikan hal itu, motivasi untuk terus menulis.

Slamet Priyatin, pembicara lain, menulis cerita untuk pemula , sebaiknya dimulai dari apa yang dilakukan setiap hari, semacam tulisan buku harian. Setelah terbiasa, mulailah menulis dengan ide-ide yang lain.

“Jadikan menulis itu kebutuhan. Seperti kita butuh mencintai dan dicintai. Seperti kebutuhan makan,” kata lelaki yang biasa disapa Priyo.

Priyo, yang juga berprofesi sebagai jurnalis Kompas.com menjelaskan, sebagai seorang penulis harus banyak membaca. Baik itu karya sastra, kamus bahasa Indonesia dan lainnya.

“Teruslah menulis,” ajaknya.

Webinar yang diselenggarakan oleh BPS Kabupaten Kendal ini, dibuka oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono.

Dalam kesempatan itu, Sentot, mengatakan pegawai BPS sebaiknya bisa menulis. Sebab karya tulisan yang dimuat di media, bisa dijadikan syarat untuk naik pangkat.

Hampir sama dengan Sentot, Kepala BPS Kab. Kendal Dra. Ummi Hastuti, M.Si, menambahkan, tujuan webinar untuk memberi ilmu menulis kepada pegawai BPS, khususnya yang ada di Kendal.

Webinar, selain diikuti oleh pegawai BPS, juga ada mahasiswa dari universitas Muhamadiyah Semarang, dan Universitas Selamat Kendal.

“Dulu BPS Kendal ini, pegawainya sangat produktif menulis. Tapi sekarang agak kesulitan, mungkin karena kesibukan,” pungkasnya.(met/dohand)

About Doddy koranpelita

Check Also

Pansus III dan IV DPRD Kalsel, Gali Masukan Untuk Bahas LKPj Gubernur ke DPRD Jatim

Surabaya, Koranpelita.com Menggali perbandingan dan masukan terkait pembahasan LKPj 2020, Pansus III dan Pansus IV …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *