Tim, Verifikasi Faktual Program WBBM di Kejati Kalsel.

Banjarmasin, Koranpelita.com

Tim pemantau program zona integritas Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM) dari Kemenpan RB, Kamis (3/12/2020) melakukan verifikasi faktual langsung ke lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel di Banjarmasin.

Tim terdiri dari Arif Tri Hariyanto dan Novi Kapita, ingin melihat perubahan apa saja yang sudah dilakukan sesuai presentasi yang disampaikan secara virtual oleh kepala Kejaksaan beberapa waktu lalu.

Tinjauan langsung ini juga merupakan bagian dari penilaian akhir yangmana hasil penilaian akan disampaikan oleh Kemenpan RB pada akhir Desember 2020 ini.

Saat peninjauan keseluruh kantor, tim didampingi pelaksana harian (Plh) Kejati Kalsel Widagdo SH didampingi para Asisten Bidang dan Kabag di Kejati Kalsel.

“Kedatangan kami ke Kejati Kalsel untuk verifikasi langsung ke lapangan terkait pembangunan zona integritas yang dimiliki Kejaksaan Tinggi Kalsel saat ini” ujar Arif saat itu.

Dari penilaian secara umum, Arif me­nga­takan pembangunan zona integritas yang dimiliki Kejati Kalsel menuju WBBM cukup bagus, terutama pada sarana prasarana yang saat ini dimiliki.

“Dari Sarpras-nya bagus, dan sistem yang dimilik transfaran,” kata Arif Tri Hariyanto.

Plh Kajati Kalsel Widagdo SH MH, mengaku berterimakasih atas kedatangan tim penilai zona Integritas Kemenpan RB, yang langsung melihat pembangunan atau perubahan di Kejati Kalsel yangmana seperti diharapkan pejabat terdahulu.

Menurut Widagdo perubahan menuju zona integritas WBBM, ditekankan pada aspek pelayanan ma­sya­rakat, dan mereka sangat terkesan atas tersedianya sarana dua unit mobil yang dimiliki Kejati Kalsel, yaitu mobil ambulans dan pemadam kebakaran.

“Mereka sangat terkesan. Menurut mereka ini langsung bersentuhan dengan pelayanan masyarakat,” sebut Widagdo.

Namun tim memberikan saran menyangkut tiga poin sekaligus jadi PR agar Kejati Kalsel merealisasikanya.

Pertama, melalui bidang Datun membuka dan menempatkan posko di kawasan perkantoran pemerintahan provinsi dalam rangka memudahkan pelayanan.

Kedua, untuk proses pemeriksaan perkara pidsus, bentuk hasil BAP-nya langsung terkoneksi keruangan Kajati, sehingga Kajati bisa memberikan arahan tambahan.

Ketiga, mengharapkan, agar sistem integrasi Case Management System (CMS) yang merupakan sistem integrasi data antar penegak hukum diseluruh Satker di Kejari se Kalsel bisa terhubung ke Kejati dan seterusnya konek ke Kejaksaan Agung.

Sekadar diketahui, Kejati Kalsel, HSS dan HST, sudah mendapatkan predikat WBK dari Kemenpan RB. Mereka bersama Kejari Ban­jarbaru saat ini menuju dan menanti WBBM.
(Ipik)

About kalselsatu

Check Also

Gubernur Banten: Keberagaman Sebuah Keniscayaan.

Serang, Koran Pelita.com Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) berharap keberagaman di masyarakat jangan sampai mengganggu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *