Tak Perlu Khawatir Berlibur Ke Pantai Likupang

Travelling ke Sulawesi Utara, Taman Laut Bunaken sudah terlalu biasabagi para pecinta bahari. Namun, jika bosan menyelam di Bunaken, Pulau Lihaga Likupang bisa menjadi alternatif. Pemandangan bawah lautnya tak kalah cantik dari Taman Laut Bunaken.

Meski pulau ini tak berpenghuni, wisatawan tidak perlu khawatir. Dipulau ini telah tersedia resort dan dive center. Bahkan toilet dan ruang bilasnya pun sudah setaraf dengan hotel. Untuk mengunjungi pulau ini, wisatawan dikenakan biaya Rp50 ribu untuk wisatawan nusantara, dan Rp100 ribu untuk wisatawan mancanegara.

Bagi yang sekadar meluangkan santai di pulau ini, ada fasilitas camping ground. Namun tentunya Anda harus menyediakan peralatan (tenda) sendiri, karena tempat ini tidakmenyediakan tenda. Selain itu, jika traveller berencana berkunjung ke Pulau Lihaga, jangan lupa untuk membeli makanan dan minuman terlebih dahulu, karena di pulau ini tidak tersedia warung yang menjual makanan.

Selain penyelam, Pulau Lihaga juga menjadi salah satu lokasi favorit fotografer. Jadi jangan kaget, jika saat Anda berkunjung ke Pulau Lihaga, Anda akan melihat para pecinta dunia fotografi berseliweran ditempat ini guna merekam keindahan pulau ini.

Pulau ini banyak dikunjungi jelang akhir pekan. Keindahan alam di pulau yang bentuknya mirip ikan paus ini masih sangat terjaga. Karena masuk dalam kawasan wisata Likupang yang merupakan salah satu Destinasi Super Prioritas, tempat wisata ini sudah menerapkan protokol kesehatanClean, Health, Safety, and Environment (CHSE) sesuai pedoman dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).Semua dilakukan guna menambah kenyamanan wisatawan.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang menyiapkan program persiapan, termasuk memberikan pengetahuan dan penerapan protokol kesehatan COVID-19 bagi pemandu wisata. Penerapan serupa berlaku untuk sektor pelayanan hotel, MICE(Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), dan atraksi wisata.

Dalam pelaksanaan #InDOnesiaCARE, setiap pemandu wisata akan memeriksa suhu tubuh wisatawan, memastikan mereka saling menjaga jarak, tidak berkerumun, memakai masker, dan menerapkan standar kebersihan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Para pemandu ini juga berkomitmen melayani wisatawan tanpa kontak sentuh demi keselamatan bersama di masa pandemi ini. Jadi, tak perlu khawatir berlibur di kawasan pantai Likupang, asalkan menaati protokol kesehatan.

Sementara itu, Likupang terus didorong menjadi Green Area yang rencananya sudah terwujud pada 2030. Salah satu program yang sudah dijalankan adalah “Zero Waste” di kawasan wisata.(*)

About NKS

Check Also

Pasien Thalasemia Tidak Bercampur Pasien Lain di RSUD dr Murjani Sampit

Sampit, Koranpelita.com. Menyahuti keinginan dan keluhan pengidap penyakit thalasemia yang ingin melakukan transfusi darah secara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *