Pendampingan Pembelajaran RADEC Secara Daring Dan Luring

Jakarta, Koranpelita.com

Pembelajaran perlu disesuaikan dengan era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Dalam era RI 4.0 dan Society 5.0 ini, keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas perlu menjadi muatan pembelajaran.

Dengan demikian, terselenggaranya pembelajaran yang dapat melatih manusia yang memiliki semua keterampilan tersebut menjadi mandat semua pendidik. Untuk itu diperlukan sebuah model pembelajaran yang dapat melatih semua keterampilan tersebut dan cocok untuk diimplementasikan di Indonesia.

Sejalan dengan keperluan di atas telah dilakukan kegiatan pendampingan implementasi model pembelajaran RADEC (Read-Answer-Discuss-Explain-and Create). Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi guru-guru agar dapat mengimplementasikan pembelajaran RADEC dengan benar.

Untuk memotivasi guru agar mengembangkan keprofesiannya secara berkelanjutan maka kegiatan diawali dengan penyampaian informasi tentang kebijakan pemerintah mengenai pengembangan keprofesian guru berkelanjutan, isu-isu terkini dalam bidang pendidikan (penguatan karakter, multiliterasi, keterampilan abad 21, HOTs, dan rekayasa) dan model pembelajaran RADEC itu sendiri. Sesi selanjutnya adalah workshop dan disusul dengan kegiatan pendampingan implementasi sampai diperoleh hasil yang memuaskan, yaitu terbentuknya model kelas percontohan yang mengimplementasikan pembelajaran RADEC.

Kegiatan pendampingan dimulai Sabtu (12/08/2020) di SMA Labolatorium Universitas Pendidikan Indonesia yang dilakukan secara Luring dan juga Daring. Peserta luring dari kegiatan pendampingan tersebut adalah guru-guru dari lingkungan Labschool UPI, mulai dari jenjang SD sampai dengan SMA, sedangkan secara daring melalui aplikasi zoom melibatkan 595 partisipan dari seluruh Indonesia dengan berbagai jenis profesi dan latar belakang. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Dasar Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. päd. H. Wahyu Sopandi, M.A, yang juga merupakan pengembang dari model pembelajaran RADEC.

Pada kegiatan pekan pertama pendampingan telah dilaksanakan sosialisasi tentang model pembelajaran RADEC, melatih berfikir kritis dan kreatif melalui pembelajaran RADEC, dan perangkat pembelajarannya. Saat pelaksanaan pelatihan, peserta begitu antusias dalam mengikuti rangkaian acara dengan melaksanakan tanya jawab untuk lebih mengenal kembali bagaimana model pembelajaran RADEC dan bagaimana mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif menggunakanan model pembelajaran RADEC.

Perlu diketahui bahwa sebelum dilaksanakan pendaftaran kegiatan, guru-guru telah mengumpulkan RPP yang sebelumnya telah dilaksanakan di sekolah dan panitia memberikan contoh RPP, LKPD, pertanyaan prapembelajaran menggunakan model pembelajaran RADEC agar dapat dikaji terlebih dahulu oleh peserta PKB.

Pada pekan kedua dilaksanakan pelatihan kembali mengenai hasil reviu perangkat pembelajaran menggunakan model RADEC yang telah dikirimkan peserta sebelum acara dilaksanakan  Sabtu (19/08/2020) Pada pertemuan ini, selain dilaksanakan reviu peserta juga melaksanakan tanya jawab mengenai perangkat pembelajaran dan bagaimana mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan kritis dalam situasi pembelajaran secara daring.

Pada pekan ketiga (26 September 2020) dilaksanakan reviu perangkat pembelajaran secara luring yang dikhususkan untuk guru-guru dari lingkungan Labschool UPI Kampus Cibiru dan Bumi Siliwangi. Dalam kegiatan tersebut guru-guru mempresentasikan hasil pembuatan perangkat pembelajaran dan didiskusikan bersama para narasumber dan tutor. Sampai saat ini kegiatan pendampingan masih berjalan terus dan diperkirakan akan selesai pada minggu keempat November 2020. (kim)

About dwidjo -

Check Also

Kolaborasi Internasional Percepat Kualitas Perguruan Tinggi Indonesia dengan Belanda

Jakarta,Koranpelita.com Kolaborasi internasional menjadi prioritas untuk mempercepat kualitas perguruan tinggi Indonesia melalui kerjasama internasional terutama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *