Alternatif Pembuatan Tinta Serbuk (Toner) Printer dari Bahan Alam Lokal Kalteng

Oleh: Rasidah, MSc

*Penulis, Dosen  Kimia Universitas Palangka Raya

Perkembangan kemajuan teknologi selalu menarik perhatian setiap orang. Bagi ilmuwan atau peneliti, hal tersebut memberikan motivasi untuk senantiasa melakukan inovasi penelitian. Berawal dari kebutuhan atau masalah sehari-hari, ide-ide atau inovasi muncul sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan dan menjawab permasalahan tersebut.

Sebagai contoh, perkembangan dalam industri percetakan untuk memenuhi kebutuhan perkantoran atau rumahan, baik untuk keperluan dokumentasi data dan administrasi/arsip dalam bentuk fisik ataupun sekedar memudahkan kegiatan membaca. Kegiatan tersebut tentunya menuntut hasil cetak (teks atau gambar) yang baik dan karenanya memerlukan material tinta yang berkualitas untuk percetakan.

Toner atau tinta bubuk adalah jenis tinta pigmen dan sekurang-kurangnya memiliki 3 (tiga) komponen utama, yaitu: pigmen sebagai zat warna, resin sebagai pengikat, dan pelarut. Toner digunakan pada printer laser dan mesin fotokopi untuk menghasilkan tampilan/ cetakan teks dan gambar pada kertas. Tidak seperti tinta dye yang terserap dalam kertas, toner menempel di bagian atas kertas. Oleh sebab itu, toner memiliki ketahanan terhadap air yang tinggi sehingga tidak perlu khawatir tulisan menjadi luntur/pudar atau hilang karena lembab atau terkena tetesan air. Hal ini menjadikan toner disukai karena memberikan rasa aman saat dicetak di kertas.

Toner pertama kali dibuat secara konvensional dengan melakukan penggerusan menggunakan high ball mill pada campuran bahan baku. Kemudian, guna meningkatkan kualitas cetak maka kualitas material toner juga ditingkatkan dengan berbagai cara atau metode. Dari semula secara mekanik kemudian beralih menggunakan metode secara kimiawi seperti polimerisasi suspensi, polimerisasi dispersi, polimerisasi emulsi, mikroenkapsulasi, polimerisasi antarmuka dan lainnya. Pengembangan metode kimiawi ini merupakan upaya peningkatan sifat dan karakteristik material toner melalui kontrol ukuran partikel toner. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan ukuran dan distribusi ukuran partikel yang lebih seragam.

Perlu diketahui bahwa penggunaan bahan baku berukuran kecil akan menghasilkan ukuran partikel toner yang lebih kecil dan hasil cetak lebih tajam. Secara teoritis Hukum Grunlach menunjukkan bahwa ada hubungan eksponensial terbalik antara ukuran partikel toner dan resolusi atau kerapatan titik (dot per inch atau dpi) pada pencetak digital. Semakin tinggi resolusi cetak (dpi) yang ingin dihasilkan maka semakin kecil ukuran partikel toner yang diperlukan agar menghasilkan reproduksi titik-titik (dot) dan fitur cetak yang sempurna. Jika kualitas yang ingin dihasilkan 600 dpi dan 1200 dpi maka rata-rata ukuran partikel toner yang diperlukan sekitar 5μ dan 3μ.

Pengembangan formula material toner juga masih sangat diminati hingga sekarang. Terlebih lagi, saat ini toner juga digunakan pada printer sebagai alternatif penggunaan tinta cair yang memiliki kecenderungan untuk menyumbat lubang nozzle head akibat tinta yang mengering karena printer lama tidak digunakan. Pada masa-masa awal, bahan baku utama yang digunakan adalah campuran karbon biasa. Kini, formula bahan baku utama toner komersil yang dipasarkan umumnya terdiri dari polimer poliakrilat stiren (50-60%), carbon black dan aditif (20-25%), Fe3O4 (20-30%), wax (2-4%) dan SiO2 (1-2%).

Berbekal pengetahuan tentang metode pembuatan, ragam dan komposisi bahan baku, maka pembuatan atau sintesis toner dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan alam lokal di Kalimantan Tengah. Misalnya, mineral besi yang terdapat dalam tanah laterit atau pasir besi dapat dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan magnetit (Fe3O4) berukuran nano. Bahkan, hasil samping (limbah) perkebunan dan kehutanan pun juga dapat ditingkatkan nilai gunanya sebagai sumber biomassa untuk pembuatan carbon black. **”

About redaksi

Check Also

Dr Junaidi : USM Membina Banyak Atlet Olahraga

SEMARANG,KORANPELITA – ”Meskipun USM tidak memiliki Fakultas Olahraga, tapi kami membina banyak atlet. Itu ciri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca