Mengolah Limbah Organik sebagai Sumber Energi Terbarukan

Oleh : Manuel Yanwerico

*Penulis, Mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Palangka Raya

Pengertian limbah sendiri merupakan buangan atau sesuatu yang sudah tidak terpakai, dapat berbentuk cair, gas dan padat. Biasanya berasal dari proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).

Dimana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya. Namun Berdasarkan keputusan Menperindag RI No.231/MPP/Kep/7/1997 Pasal I tentang prosedur impor limbah, menyatakan bahwa Limbah adalah bahan/barang sisa atau bekas dari suatu kegiatan atau proses produksi yang fungsiya sudah berubah dari aslinya dan Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18/1999 Jo.PP 85/1999, Limbah didefinisikan sebagai sisa atau buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia. Jenis-jenis limbah secara umum digolongkan berdasarkan 4 faktor, yaitu dari wujudnya, dari kandungan senyawanya, sumber, serta dari sifatnya. Jenis limbah berdasarkan wujudnya : limbah padat, limbah cair dan limbah gas.

Jenis limbah berdasarkan senyawanya yaitu limbah organik dan limbah anorganik, Jenis limbah berdasarkan sumbernya : limbah industri dan limbah domestik, sedangkan jenis limbah berdasarkan sifatnya yaitu limbah biasa dan limbah B3. Limbah domestik cair adalah limbah yang berasal dari berbagai aktivitas rumah tangga.

Dalam berbagai kegiatannya, limbah cair domestik terbagi dalam dua kategori, yang pertama adalah limbah cair domestik yang berasal dari air cucian, dan yang kedua adalah limbah cair yang berasal dari water closet (WC), seperti tinja dan air seni. Limbah cair domestik mengandung 99,9% air dan 0,1% zat padat. Zat padat terdiri dari 85% protein; 25% karbohidrat; 10% lemak dan sisanya zat anorganik terutama butiran pasir, garam dan logam.

Limbah organik merupakan limbah yang mengandung senyawa-senyawa organik yang berasal dari makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan. Contohnya tinja, kertas, limbah rumah jagal hewan dan limbah pasar dari jenis dedaunan atau sayuran sisa. Limbah organik pada umumnya berupa limbah yang dapat membusuk atau terdegradasi oleh mikroorganisme, hal tersebut dapat mengakibatkan semakin berkembangnya mikroorganisme, termasuk mikroba patogen.

Berkembangnya mikroba patogen tersebut akan menimbulkan berbagai
macam penyakit. Limbah organik dapat dibedakan berdasarkan sifat yang dimiliki, karakteristik limbah ini sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu karakteristik fisika, kimia serta biologinya. Karakteristik fisika meliputi padatan total, kekeruhan, bau, suhu dan warna.

Karakteristikb biologi dengan melihat golongan mikroorganisme (pathogen atau tidak) yang terdapat dalam limbah organik. Karakteristik kimia dalam limbah organik adalah prote in (mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen serta pembentukan sel dan inti sel), karbohidrat (gula, pati, selulosa dan benang-benang kayu yang terdiri dari unsur C, H dan O), minyak adalah lemak yang bersifat cair, deterjen dan phenol yang mempunyai sifat larut dalam air.

Tinja (faeces) adalah sisa-sisa hasil perombakan makanan yang sudah tidak digunakan dari dalam tubuh kemudian dikeluarkan melalui anus sebagai sisa dari proses pencernaan makanan di sepanjang sistem saluran pencernaan. Pengertian tinja mencakup juga air seni (urine) yang dikeluarkan dari tubuh manusia melalui sistem urogenitalis.

Komposisi dari tinja tanpa air seni terdiri dari air sebanyak 66%-80%, bahan organik tinja sebanyak 88%-97%, Nitrogen sebanyak 5,7%-7,0%, Fosfor sebagai (P₂O₅) sebanyak 3,5%-5,4%, Potasium (sebagai K₂O) sebanyak 1,0%-2,5%, Karbon sebanyak 40%-55% dan Kalsium (sebagai CaO) sebanyak 4%-5%. Oleh karena banyaknya limbah organik yang berada di lingkungan sekitar lebih baik kita mengolah atau memanfaatkannya sebagai sumber energi terbarukan,. Sumber energi terbarukan itu dapat berupa biodiesel, biogas dan pupuk organik padat. Metode pengolahan limbah organik yang dapat digunakan adalah dengan metode biodegradasi, biodegradasi merupakan salah satu pengolahan limbah secara biologi yang sering dipilih karena efektif untuk pengolahan limbah organik terlarut dan membutuhkan biaya yang sedikit.

Namun, keberhasilan pengolahan limbah secara biologi sangat bergantung pada aktivitas dan kemampuan mikroorganisme pendegradasi bahan organik dalam limbah. Di alam sendiri organisme perombak bahan organik memegang peran penting karena sisa organik yang telah mati diurai menjadi unsur-unsur yang dikembalikan ke dalam tanah (N, P, K, Ca, Mg dan lain-lain) dan atmosfer (CH₄ atau CO₂).

Mikroorganisme perombak bahan organik merupakan aktivator biologis yang tumbuh alami atau sengaja diberikan untuk mempercepat perombakan bahan organik. Beberapa jenis bakteri yang umum ditemukan dalam sampah/buangan antara lain adalah Pseudomas spp., Achromobacter spp., Bacillus spp., Flavobacterium spp., Clastridium spp., Streptomyces spp., Thermonospora spp., Microplyspora spp., Thermoactinomyces spp., dan lain sebagainya.

Pada era sekarang ini pemanfaatan energi terbarukan merupakan kebutuhan yang sulit untuk dihindari lagi. Untuk memenuhi kebutuhan akan suplai energi sehingga dilakukan suatu upaya untuk memanfaatkan limbah organik sebagai energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi kita. Hal ini tentunya jika diteliti lebih lanjut bisa saja diolah hingga limbah organik tersebut mampu diproses sehingga menghasilkan bahan baku alternatif.

Oleh karena itu, maka harus dilakukan penelitian untuk mengolah limbah organik sehingga bisa diproses untuk menghasilkan sumber bahan baku alternatif. Limbah-limbah organik yang tadinya dibiarkan begitu saja dan mencemari lingkungan sekitar akan lebih baik diolah untuk digunakan kembali. Besarnya jumlah limbah organik di Indonesia berpotensi memproduksi sumber energi terbarukan agar dapat digunakan oleh seluruh masyarakat. Untuk itu perlu penanganan yang tepat agar limbah organik ini dapat bermanfaat dan mengurangi kerugian dari aspek kesehatan manusia dan lingkungan. Dengan demikian, melihat besarnya potensi pemanfaatan limbah organik bisa menjadi peluang berharga bahwa pemanfaatan limbah organik dapat melahirkan energi terbarukan yang sangat berguna untuk kehidupan saat ini. ***

About dwidjo -

Check Also

Tionghoa Melayu yang Raih Sederet Sarjana

Dr. Nyoto, SE, SH, S.I.Kom, MH, MM, M.Pd, M.I.Kom, Ph.D Pekanbaru, Koranpelita.com Orang Tionghoa selama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *