Kampanye Do Not Give Up Efektif Hadapi Covid-19 dan MEA

Jakarta, Koranpelita.com 

Kampanye sikap “Jangan Menyerah, Jika Belum Berusaha” memberi inspirasi positif banyak pihak. Milenial yang harus belajar online, pekerja yang terdampak WfH, mereka yang dirumahkan hingga yang terkena PHK maupun yang belum bekerja memerlukan suntikan motivasi yang tepat, agar bisa tegar dan jeli melihat peluang.

Demikian butir-butir pemikiran yang muncul dalam peluncuran buku berjudul “Do Not Give Up Before Trying,” Jangan Menyerah, Jika Belum Berusaha. Buku bilingual–Indonesia – Inggris ini ditulis oleh Tiga Sekawan merupakan semi biografi Linda Poernomo. Mengisahkan perjalanan seorang perempuan pekerja media yang sekaligus menggeluti dunia akademis kemudian menjadi politisi dan kini memilih jalan hidup sebagai akademisi.

Warisan
“Menjadi akademisi adalah warisan, karena orang tua saya pendidik. Sedangkan berorganisasi adalah pengabdian dan kecintaan pada tanah air,” kata Linda dalam zoominar peluncuran bukunya di Jakarta, Jumat siang (16/10).

Linda Poernomo, presenter TVRI dekade lalu mantap dengan pilihan akademisinya. Dia bertekad menjadi guru besar dan menyumbangkan lebih banyak lagi hal-hal yang mampu dikerjakannya untuk Indonesia. Itu sebabnya selain menjadi Direktur Pascasarjana Universitas Sahid dia juga bergabung dengan Kelompok Penulis dan Peneliti Independen yang tergabung dalam Tiga Sekawan Footprint Research.

Relevan
Pada bagian lain Wakil Ketua Komisi X Hetifah Syaifudian menyatakan mendukung tema dan isi buku tersebut.

Dia menyebut ide membuat buku sangat bagus dan relevan dengan keadaan sekarang.

“Keadaan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, membuat banyak kegiatan mengerem diri secara tiba-tiba dengan segala dampaknya. Anak-anak yang mendadak belajar dari rumah, belum terbiasa. Mereka mengalami masa kaget, bosan dan jenuh. Para milenial yang bekerja dari rumah dan berkurang penghasilannya juga mengalami keadaan serupa.

“Kehadiran buku seperti ini secara keseluruhan mengedukasi tanpa menggurui, menyajikan realita dan menyumbang banyak manfaat.” ujar Hetifah.

Diungkapkan, buku yang ditulis dalam dwi bahasa dan dipasarkan secara internasional tentu sangat baik. Sebab langsung memberikan gambaran tentang wajah Indonesia yang benar. Apalagi Indonesia sebagai salah satu negara dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) menghadapi lingkungan yang kompetitif.

“Anak muda harus dibekali berbagai pengalaman dan soft skills yang baik, sehingga menjadi pribadi yang kreatif, aktif, dan inovatif,” tambahnya.

Menurut dia, sikap tidak mudah menyerah merupakan syarat utama bagi generasi milenial untuk dapat bersaing dan menghadapi berbagai tantangan di dunia yang semakin terbuka dan dinamis.

Merawat Budaya Literasi
Hadir dalam acara ini sebagai narasumber Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Amani Lubis, Rektor Universitas Sahid Prof Kholil, Ketua Komite III DPD Sylviana Murni dan jurnalis senior Karim Paputungan.

Karim menyambut baik lahirnya buku ini, bukan saja karena merawat budaya literasi, tapi sekaligus sebagai bagian dari upaya ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kita berharap dalam waktu yang tidak begitu lama Kak Linda melahirkan lagi buku berikutnya,” katanya.
“Saya siapkan,” timpal Linda sambil senyum.

Zoominar dipandu oleh duet Raudha Caesaronthya, staf pengajar Ilmu Komunikasi dan Putri Ananda, mahasiswi Osaka University yang memandu langsung dari Osaka, Jepang.

Bahasa Internasional
Para narasumber umumnya menyimpulkan bahwa kemampuan membaca, penguasaan bahasa internasional menjadi mutlak. Hal yang sangat biasa. Bukan lagi sesuatu luar biasa. Lagi pula milenial sudah terlanjur akrab dengan teknologi dan internet. Menulis dan membaca buku dengan bahasa internasional harus diberdayakan oleh banyak pihak.

Dalam hal ini, Perpustakaan Nasional dan Kemendikbud memegang peran strategis untuk menyediakan bacaan berstandar internasional selain buku-buku bermuatan lokal.

Buku-buku standar internasional tentang Indonesia diharapkan mudah dibaca hingga di perpustakaan di daerah dan rumah-rumah baca.

Meriah
Acara via zoom ini meriah. Sahabat-sahabat Linda bukan saja memberikan testimoni, tapi juga mempersembahkan puisi dan lagu. Misalnya, Ratih Sanggarwati, mantan model yg berkiprah sebagai legislator membacakan puisi yang memukau. Sahabat lainnya menyanyikan lagu. Bahkan pada akhir acara ada seremoni pemotongan kue. Rupanya peluncuran buku bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Linda.

Buku berjudul Do Not Give Up Before Trying ini beredar di toko buku yang menyediakan buku-buku impor selain di Amazon. (D)

About dwidjo -

Check Also

Wapres Resmikan Rumah Sakit Mata Achmad Wardi

Jakarta, Koranpelita.com Rumah Sakit Mata Achmad Wardi yang dilengkapi dengan fasilitas Retina dan Glaukoma Center  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *