Empat Pilar MPR RI, Empat Landasan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara

Melawi, Koranpelita.com

Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) adalah empat landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang terdiri dari landasan ideologi, konstitusi, persatuan dan kesatuan, dan semangat keberagaman sebagai modal sosial membangun kekuatan bangsa Indonesia.

Empat Pilar MPR RI disosialisasikan kepada seluruh Rakyat Indonesia berdasarkan amanat pasal 5 huruf a dan huruf b, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014[2] tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ditugasi untuk memasyarakatkan Ketetapan MPR, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada masyarakat di seluruh wilayah tanah air.

Pemasyarakatan empat pilar MPR RI juga selaras dengan upaya MPR RI untuk mewujudkan visi MPR yaitu “Rumah kebangsaan, pengawal ideologi pancasila dan kedaulatan rakyat.

Dengan visi tersebut, MPR memiliki mandat konstitusional untuk menjembatani berbagai arus perubahan, pemikiran, serta aspirasi masyarakat dan daerah. sebagai lembaga negara pembentuk konstitusi, MPR akan mengawal ideologi Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD NKRI Tahun 1945.

Empat pilar MPR RI terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Anggota MPR RI dari Fraksi Nasdem Dapil Kalimantan Barat Yessy Melania, S.E, mengadakan acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat kabupaten Melawi di water park jalan sirtu.

Yessy Legislator Muda Partai NasDem, menjelaskan 4 pilar dan bagaimana cara menerapkan 4 pilar MPR RI kepada masyarakat melalui toko masyarakat. Sederhananya yaitu dengan menerapkan nilai-nilai Empat Pilar di dalam lingkup keluarga dahulu, baru kepada masyarakat luas.

Di masyarakat banyak sekali yang tidak betul-betul paham dengan istilah 4 pilar apalagi di plosok-plosok daerah.

Yang masih sering terjadi dan dijumpai di daerah adalah sikap-sikap rasisme dan fanatisme kedaerahan, sehingga menyebabkan perpecahan di masyarakat. Keadaan tersebut, diperparah kurangnya sikap dan keteladaan dari para toko masyarakat.

Yessy Melania, SE. menjelaskan lebih lanjut bahwa pilar artinya tiang yang menopang sebuah bangunan. “Bangsa kita akan utuh dan kuat, bila pilarnya kuat. Sebagaimana sebuah bangunan akan kokoh, bila tiangnya kokoh. Demikian juga sebaliknya,” paparnya.

“Karena dengan memahami dan memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar MPR RI, akan menjadi kekuatan kita sebagai bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal bangsa,” ucapnya. (JNR)

About dwidjo -

Check Also

Menteri LHK Siti Nurbaya: Penting, Jurnalisme Lingkungan

Jakarta, Koranpelita.com Menghormati dedikasi seorang jurnalis dalam membantu pelestarian lingkungan, Kementerian Lingkungan HIdup dan Kehutanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *