Covid-19 Semakin Mendekati Kita

Bekasi Ora (5)

Inna lillahu wa Inna ilaihi roji’un.

Kabar duka menyeruak melalui grup WA. Sodara kita, sahabat kita, teman kita telah dipanggil Allah SWT, mohon doanya.

Dia teman sekolah di kampung halaman yang setamat sekolah puluhan tahun silam merantau ke ibu kota. Tidak pernah berjumpa selepas lulus, bertemu di grup WA sudah pensiun. Terakhir mengabarkan keluarganya positif Covid-19. Menantunya meninggal dunia, sedang istrinya masih di rumah sakit.

Satu keluarga teman saya itu harus menjalani isolasi mandiri. Setelah menjalani swab, hasilnya positif Covid-19.

Alumni keluarga besar sekolah, hanya mampu mengirimkan doa, semoga Allah SWT memberikan kesabaran agar Allah SWT mengangkat derajat sabahat menjadi insan yang beriman dan bertakwa.

Kita menjadi semakin dekat dengan wabah yang melanda negeri ini. Awalnya banyak orang abai, menganggap Covid-19 jauh di seberang lautan. Kita hidup bersih, teratur dan rajin berdoa sehingga kuman penyakit tidak akan mendekat.

Kita juga masih santai saja, Covid-19 masih jauh di Surabaya dan Solo yang masuk zona hitam. Jakarta ibu kota negara juga baru menerapkan pengawasan ketat.

DKI Jakarta kehilangan pejabat utama dan jajarannya meninggal dunia terpapar Covid-19. Gubernur tengah malam menyaksikan dari jarak jauh penguburan korban Covid-19 di Pondok Ranggon.

Akankah kita masih abai dengan masalah yang kita hadapi bersama. Tidakkah muncul empati kepada rakyat yang harus menanggung akibatnya. Masih haruskah kita menunggu korban meninggal dunia lebih banyak lagi baru kita menyadari. Atau harus menunggu keluarga terdekat menjadi banten baru tersentak sadar.

Terlambat. Akan sangat terlambat kalau menunggu korban di depan mata kita baru menyadari. Kuman akan semakin mengganas, tidak pandang bulu menyerang dan menerjang siapa saja.

Ayolah bangun dan sadari, masih ada waktu untuk berbenah bergerak cepat. Bersama-sama, bahu membahu untuk mengatasi masalah secara bersama. Panduan sudah ada tinggal menerapkan. Mau pakai cara kontemporer atau cara terbaru.

Tanpa sadar tiba-tiba saja Covid-19 sudah mengepung kita dari kiri kanan, depan belakang sehingga kita tidak mampu lagi bergerak.

Bergegaslah. Berbuat, jangan sampai terlambat. (D)

About dwidjo -

Check Also

Desa Mandiri Ala Wong Ndeso Bantu Negoro

Jakarta, Koranpelita.com Pergerakan Wong Ndeso Bantu Negoro (PWNBN) bekerjasama dengan Bali Mas Fujiyama Foundation mengajak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *