Sepasang Anak Badak Jawa Lahir Lagi di Taman Nasional Ujung Kulon

Jakarta, Koranpelita.com

Akhir pekan ini koleksi Taman Nasional (TN) Ujung Kulon bertambah atas kelahiran sepasang anak Badak Jawa. Kelahiran kedua anak badak itu bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional 2020.

“Kelahiran Badak Jawa di TN Ujung Kulon ini juga mempertegas populasi Badak Jawa terus berkembang dengan baik secara alami, dan memberikan harapan besar bagi kelangsungan hidup satwa langka spesies Badak Jawa” jelas Wiratno, Minggu (20/9/2020).

Hingga Agustus tahun ini, jumlah kumulatif Badak Jawa menurut data terakhir KLHK, mencapai 74 ekor, masing-masing 40 jantan dan 34 betina.

Wiratno juga memastikan, perihal ketersediaan pakan Badak Jawa di semenanjung Ujung Kulon relatif sangat baik, sehingga menjadi daya dukung kehidupan dan perilaku Badak Jawa pada saat ini dan masa yang akan datang.

Wiratno menegaskan, walaupun dalam situasi pandemi COVID-19, monitoring terus dilakukan diantaranya melalui video kamera jebak, begitu juga dengan pengamanan penuh terus dilakukan hingga akhir Desember 2020.

“Observasi habitat terus dilakukan. Pandemi tidak mengurangi kegiatan lapangan KLHK khususnya petugas konservasi di TN Ujung Kulon dan taman nasional lainnya di Indonesia ,” ungkap Wiratno.

Dirinya juga menyampaikan bahwa perintah Menteri LHK untuk tetap bekerja patroli dan kegiatan melindungi kawasan konservasi termasuk satwa liar.

Wiratno menjelaskan, dari satu kelahiran ke kelahiran selanjutnya dari Badak Jawa ini terus menyambung, dan ini memperkuat optimisme serta semangat kita, terutama dalam situasi sangat sulit masa pandemi sekarang ini.

“Ini salah satu pesan substansial dari Menteri LHK. Ibu Menteri Siti Nurbaya juga berkesempatan memberikan nama anak badak jantan dengan nama “Luther”, dan yang betina diberi nama “Helen” jelas Wiratno.

Menteri LHK, Siti Nurbaya pada pertemuan virtual Menteri-menteri Lingkungan Hidup Negara Anggota G20 (16/09/2020), menegaskan bahwa Pemerintah sedikitnya mengalokasikan APBN tidak kurang dari Rp4 Triliun untuk rehabilitasi lahan dan konservasi. Termasuk untuk kegiatan konservasi di Taman Nasional. Diantaranya TN Ujung Kulon yang merupakan rumah bagi Badak Jawa yang terus berkembang.

Wiratno menyatakan, dukungan APBN untuk konservasi dan TN setidaknya menjadi penting dan memastikan tidak terjadinya kepunahan satwa-satwa kunci seperti badak.

Badak merupakan salah satu spesies satwa langka kunci bersama-sama dengan gajah, orangutan, harimau, komodo, dan spesies flagship lainnya sebagai spesies penting di dunia.(kh)

About khairul habiba

Bekerja di Harian Pelita sejak tahun 1986, mulai dari wartawan hingga redaktur politik dan terakhir sebagai redaktur senior. Sekarang sebagai Redaktur Ahli di Koranpelita.com

Check Also

NKS Menulis: Bukan karena si Janda, Ini Soal Gengsi…

Hujan bulan Oktober membuat bergetar. Lalu, ingatan saya dipenuhi oleh genangan sejuta kenangan. Entahlah. Tapi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *