Espas Indonesia Berbagi Nasi Bungkus Di Jumat Berkah

Jakarta. Koranpelita.com

Ditengah-tengah Pandemi Covid-19 banyak warga yang kesulitan ekonomi meskipun pemerintah sudah banyak memberikan stimulus ekonomi namun belum berdampak kepada masyarakat bawah. Tak pelak Espas Indonesia merasa prihatin dengan kondisi anak bangsa yang kurang mampu sehingga muncul gerakan ‘Emak- Emak Bersedekah di Jumat Barokah’.

Menurut Dewi Herawati Espas Indonesia mengetuk dan mengajak hati emak-emak Indonesia untuk bersedekah ini adalah bagian dari program Espas Indonnesia.

“Jumat (4/9), Kami sudah membagikan nasi bungkus ke orang-orang kurang mampu seperti pemulung, tukang becak, manusia kardus, pengemis, pekerja jalanan dan warga tidak mampu ke empat titik yaitu titik Tambun Pic Mak Farida (Ketua Espas Tambun), titik Cikarang Pic Mak Wiwik (Ketua Espas Cikarang), titik perkampungan kumuh Jakarta Pic Mak Ida (Koordinator Logistik Espas Indonesia) dan Pondok Hafidz Quran di Lampung Pic Mak Sari (Wakil Ketua Espas Lampung) dan Mak Yulis (Sekjen Espas Lampung),”ujar Dewi Herawati selaku Ketua Umum Espas Indonesia kepada KORANPELITA.COM, di Jakarta, Sabtu (05/09/2020).

Lebih lanjut Dewi mengatakan sebenarnya gerakan bersedekah lingkup gerakannya tidak hanya di jumat barokah. Namun emak-emak juga turun di saat negeri ini kena bencana nasional.

“Emak-emak bersedekah juga turun berbagi ke panti asuha, pesantren, yatim dan dhuafa,”imbuhnya.

Dikatakan Dewi emak-emak bersedekah juga berbagi ke anak-anak yang kurang mampu dimana keberadaan anak-anak yang kurang mampu tersebut wajib emak-emak bantu.

“Gerakan sedekah adalah kepedulian emak-emak Indonesia inilah yang akan terus kita gerakan karena emak-emak punya tanggung jawab moral terhadap anak-anak generasi penerus bangsa,” tuturnya

Seperti diketahui saat ini Espas Indonesia sudah bergerak di berbagai bidang yaitu Politik, Ekonomi, Budaya, Sosial, Kesehatan, Pendidikan, Keagamaan, Keumatan dan Lingkungan Hidup karena bangsa ini butuh sentuhan kasih emak-emak dan bangsa ini butuh peran wanita dalam pembangunan.

“Wanita adalah sosok yang memiliki kekuatan dalam berjuang jadi siapa pun jangan pernah meremehkan pergerakan emak-emak Indonesia,” urainya..

Bahkan tambah Dewi sekarang sudah terbukti fenomena kemunculan emak-emak satu tahun ini banyak membuat orang-orang terkaget-kaget.

“Apalagi banyak emak-emak yang usianya tidak muda lagi namun ghiroh berjuangnya mengalahkan anak-anak muda itu yang harus di catat.Karena motto kami adalah “Jangan pernah Lelah untuk berjuang Mak karena Indonesia butuh Emak-Emak,”tegasnya

Masih menurut Dewi sedekah tidak akan membuat kita menjadi miskin, sedekah tidak akan membuat hidup kita susah.

“Tapi sedekah bisa membuat Hidup manusia semakin berarti karena ada nilai ketulusan moral di dalamnya yaitu untaian kasih sayang untuk peduli dengan sesama,”tandasnya.(han)

About redaksi

Check Also

Ketua MPR RI Bamsoet: Tempo Patut Diduga Melanggar Kode Etik Jurnalistik

JAKARTA,KORANPELITA – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, yang pernah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca