Kasus Narkoba di Sampit Libatkan Anggota Dewan Seruyan

Oleh: M Gumarang

Narkoba adalah tergolong kejahatan luar biasa (extra ordanery crime) yang membahayakan diri sendiri dan orang lain dan bersifat masif merusak dalam segala aspek kehidupan bahkan tak jarang meruntuhkan Kehidupan rumah tangga dan bahkan negara, jadi tidak bisa main-main atau dianggap enteng dalam penangan kasus narkoba apa lagi didaerah yang sudah dikatagorekan zona merah seperti daerah Sampit.

Dan polisi, jaksa, hakim/pengadilan maupun pemerintah daerah atau eksekutif dan legislatif adalah sebagai garda terdepan dalam hal pemberantasan narkoba tapi bukan sebaliknya.

Menyoroti kasus narkoba yang terjadi beberapa waktu lalu di Sampit yang melibatkan seorang oknum anggota dewan Kabupaten Seruyan, yang bersangkutan kabarnya akan dikenakan Undang Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 127 pihak yang bersangkutan oknom anggota dewan tersebut kabarnya pemakai narkoba narkotika golongan kelas satu (sabu) dan dikenakan pasal penyalahguna atau pecandu dan/atau pihak korban sehingga berhak untuk mendapatkan rehabilitasi. Artinya yang besangkutan bukan sebagai kurir, pengedar, bandar dan/atau bukan yang berkaitan dan/atau tidak memenuhi unsur pasal 111,112,113,114 jo 132.

Kalau yang bersangkutan oknom dewan tersebut dikenakan rehab kita sangat miris walaupun itu haknya karena dia wakil rakyat yang seharusnya garda depan memberantas narkoba atau mencontohkan yang baik,kemudian apakah di Kotim sudah pernah yang direhabilitasi atau hanya pertama kali ini saja yang dianggap sebagai korban.

Memang kita menyadari pasal 127 rentan disalah gunakan dalam penerapannya karena ada alternstif ancaman hukuman yaitu maksimal 4 tahun sehingga bisa bersifat subektif, semoga saja penerapan unsur pasal 127 berlaku pada siapa saja terutama yang menyangkut subtansi rehab, sehingga mengurangi beban Negara.

Karena menurut data pemerintah bahwa penghuni lembaga pemesyaratan 70 persen dihuni oleh napi narkoba,itu membuktikan betapa masifnya kejahatan narkoba melebehi kejahatan yang lainnya padahal kejahatan narkoba tegolong kejahatan luar biasa (extra ordanery crime).

Kejadian menimpa anggota dewan Suruyan membuktikan lemahnya pengawasan internal sebuah lembaga yang seharusnya bersih dari narkoba, sebuah lembaga wakil rakyat yang tidak seharusnya oknom melakukan hal demikian sehingga mencoreng lembaga tersebut, semoga kejadian ini yang terakhir untuk wakil yang berurusan dengan kasus narkoba. (Penulis, pegiat antinarkoba, tokoh peduli narkoba nasional)

About dwidjo -

Check Also

GAME untuk Fakhrunnas Jabbar

Puisi¬† Sutardji Calzoum Bachri larikan aku seperti pantun membawaku simpan aku laksana mantera memeliharaku selinapkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *