Masker N95 Membran Selulosa Manfaatkan Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Tenaga Medis

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 10.111.687 dan kasus kematian yang disebabkan oleh Novel coronavirus (2019-nCoV) terkonfirmasi sebanyak 502.278. Sementara data yang tercatat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tercatat jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 56.797 dan 2.876 orang meninggal dunia yang tersebar di 34 provinsi per tanggal 30 juni 2020. Meskipun angka kematian yang disebabkan oleh virus ini hanya 2% dari jumlah polupasi namun ini juga perlu perhatian khusus. Pasalnya virus ini merupakan virus yang baru ditemukan dan tidak menutup kemungkinan jika suatu waktu angka kematian ini akan meningkat.

Sejak awal terjadinya kasus Covid-19 di Indonesia, angka pasien positif dan meninggal terus meningkat seiring berjalannya waktu. Dalam kasus ini, tenaga kesehatan memegang peranan penting untuk penanganan pasien. Untuk penanganan dibutuhkan alat pelindung diri (APD) seperti masker N95, Face shield, nurse cap, baju hazmat, handscoon, sepatu boot, hand sanitizer dan keperluan lainnya. Saat ini kebutuhan APD untuk tenaga medis masih minim. Salah satunya masker N95. Minimnya masker ini diakibatkan karena pemakaian yang sekali pakai serta banyaknya tenaga medis yang membutuhkan untuk penanganan Covid-19.

Melihat minimnya masker N95 di kalangan tenaga kesehatan sehingga kini banyak dikembangkan riset terbaru salah satunya masker N95 berbasis membran selulosa. Membran sebagai suatu lapisan semipermeabel yang dapat memisahkan komponen dalam suatu campuran berdasarkan sifat fisik dan atau sifat kimianya, sebagai penghalang antara dua fasa, yaitu aliran yang masuk yang biasanya disebut dengan fasa umpan dan fasa yang melewati/menembus membran yang disebut dengan fasa permeat, fasa yang tidak menembus membran disebut retentat. Apa itu membran selulos? Membran selulos merupakan membran yang dibuat secara sintesis dari selulos yang mempunyai struktur morfologi asimetris. Dari bahan selulosa dapat dibuat membran dengan ukuran mikrofiltrasi (0,1-1) mikrometer atau ultrafiltrasi (0,01-0,1) mikrometer.
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sangat banyak kita temui dikawasan Kalimantan Tengah. Namun, biomassa ini belum dimanfaatkan secara optimal dan dijadikan sebagai limbah dari kelapa sawit. Jika dipelajari lebih dalam TKKS memiliki banyak manfaat salah satunya kandungan selulosa. TKKS memiliki kandungan selulosa yang banyak. Nah, selulosa ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan filler untuk masker N95 yang dapat membantu kebutuhan tenaga kesehatan.

Salah satu teknik pembuatan membran selulosa yaitu dengan metode inversi fasa dengan cara presipitasi imersi. Inversi fasa adalah suatu proses pengubahan bentuk polimer dari fasa cair ke fasa dua cairan (liquid-liquid demixing). Selama proses demixing salah satu fasa cair akan memadat sehingga membentuk suatu matriks padat. Membran yang dihasilkan memiliki porositas tinggi dan distribusi porinya sempit/luas. Kinerja pada membran ini sama dengan membran pada umumnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah memungkinkan pori membran tersumbat oleh virus? Penyumbatan ini disebut sebagai fouling. Fouling dapat terjadi karena akumulasi solut/kontaminan dan perubahan irreversibel menjadi lapisan polar, adsorpsi permukaan (deposisi/endapan solut), dan adsorpsi deposisi solut ke dalam membran. Dalam hal ini kemungkinan membran selulosa mengalami fouling akibat virus sangat kecil karena ukuran virus lebih besar dari ukuran pori yang dihasilkan.
Masker N95 berbasis membran selulosa ini memberikan beberapa manfaat. Selain mengoptimalkan pemanfaatan TKKS, tidak bersifat toksik sehingga aman jika digunakan, tidak mudah terakumulasi oleh virus, pembentukan pori yang baik, dan dapat digunakan berulang berbeda dengan masker biasa yang sekali pakai saja.

Mengapa bisa digunakan secara berulang? Masker berbasis selulosa ini dapat dipakai secara berulang karena virus tidak terakumulasi dipermukaannya. Meski dapat digunakan secara berulang harus juga memperhatikan kinerja, selektivitas dan permeabilitasnya. Untuk menjaga ketiga hal ini dapat dilakukan teknik pembersihan (washing). Ada beberapa teknik washing yaitu backwash flush, forwardwash flush, air flush, dan pembersihan dengan zat kimia. Teknik pembersihan yang paling efektif adalah backwash flush.

Itulah salah satu pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai basis membran selulosa yang dapat digunakan pada masker N95 yang diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan dalam memenuhi kebutuhan APD berupa masker N95 dalam penanganan pasien Covid-19. Selain dengan mengembangkan riset untuk membantu tenaga kesehatan, kita juga dapat membantu dengan cara menerapkan physical distancing serta mematuhi protokol Covid-19. Ayo, kita bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. (Penulis, mahasiswa Universitas Palangka Raya)

About dwidjo -

Check Also

Kesaksian Jurnalis Palestina Bushra Jamal Ath-Thawil, Ungkap Fakta Penjajahan Zionis Israel

BUSHRA Jamal Muhammad Thaweel (22) memilih profesi wartawan setelah menyaksikan sendiri ayah dan ibunya ditangkap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *