Menteri KLH berdiskusi secara virtual bersama sejumlah anak-anak tingkat SD, perguruan tinggi dan aktifis lingkungan dan kehutanan di kediamannya, Minggu (21/6/2020). Diskusi itu juga diikuti para pejabat KLHK. (isT

Menteri LHK Gelar Diskusi Virtual bersama Anak-Anak Pejuang Lingkungan Indonesia

Jakarta, Koranpelita.com

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya berdiskusi langsung dengan anak-anak Indonesia yang telah melakukan aksi-aksi nyata melindungi lingkungan hidup dan kehutanan. Tak kurang tiga puluhan anak dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, serta beberapa aktivis ikut dalam kegiatan yang diselenggarakan secara virtual dari Rumah Dinas Menteri LHK di Jakarta, (21/6/2020).

“Ibu mengingatkan kita semua bahwa kerja anak-anak bersama pemerintah/KLHK sangat penting dan dibutuhkan oleh negara ini. Kalian adalah pahlawan cilik untuk menjaga Indonesia ke depan. Terbukti dari kerja bersama yang kita lalui,” ujar Menteri Siti.

Siti menjelaskan, kegiatan bersama anak-anak ini juga dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni. Siti mengapresiasi anak-anak Indonesia yang memanfaatkan waktu dirumah selama Pandemi Covid-19 melalui kegiatan positif terutama terkait menjaga dan melindungi lingkungan hidup dengan langkah sederhana.

Anak-anak yang berpartisipasi dalam ngobrol bareng Menteri LHK ini adalah anak-anak terpilih yang telah membuktikan dirinya menjadi bagian nyata dari upaya perlindungan lingkungan hidup dan kehutanan yang salah satunya dengan bekerjasama Kementerian LHK.

Diantaranya Fausta Abisha, siswa SD Global Mandiri Cibubur yang pernah menjalani program sehari menjadi Menteri LHK, bersama dua temannya. Pada diskusi ini Fausta begitu bersemangat menyampaikan pemikirannya terkait pengelolaan sampah medis dimasa Pandemi Covid-19 ini. Dirinya mencontohkan bagaimana masker medis bekas pakai harus dikelola secara baik agar virus Corona tidak menyebar.

Kemudian ada pula Faiz Ramadhan Putra Suhaerim yang juga siswa SD Global Mandiri Cibubur yang bercerita tentang pengalamannya ikut ke Pulau Komodo pada program peringatan Hari Peduli Sampah tahun 2020. “Sangat senang melihat langsung komodo di habitatnya yang hanya ada di Indonesia. Semoga pariwisata di Pulau Komodo makin maju dan pengelolaan sampahnya juga semakin baik,” ujarnya.

Lalu, ada juga siswa siswi SD, SMP, dan SMA Lembaga Pendidikan Nasional Satu Pondok Gede yang bercerita tentang sekolahnya yang mengajarkan bagaimana memilah sampah, mengadakan hari khusus untuk merawat lingkungan sekolah dan lain sebagainya. Masih banyak siswa sekolah lainnya yang juga membagikan pengalamannya kepada Menteri Siti, seperti dari Cikal Harapan Islamic Elementary School, Lab School Junior High School, SMA Mardi Yuana Bogor, dan SMP Jakarta Intercultural School.

Aktivis Muda Peduli Lingkungan
Selain anak-anak sekolah, para aktivis muda peduli lingkungan juga terlibat dalam diskusi ini, seperti Swietenia Puspa Lestari dari Divers Clean Action (DCA) Panelis di Paviliun Indonesia, COP 23 UNFCCC, Bonn, November 2017.

Swietenia merupakan Co-founder dan Executive Director Divers Clean Action, komunitas peduli kebersihan laut yang mengajak penyelam memungut sampah dari dasar laut. Akibat aktivitas itu dia dinobatkan sebagai BBC’s 100 Most Inspiring and Influential Women 2019, Forbes’30 under 30 Asia’s Social Entrepreneurs 2020, dan Invitee Obama Foundation Leaders Asia-Pacific Forum, Malaysia, Desember 2019.

Selanjutnya ada Yohanes Kevin Hendrawan dan Nesha Ichida dari Youth4Arctic, keduanya sempat berpartisipasi sebagai Panelis di Paviliun Indonesia, COP 21 UNFCCC, Paris, November 2015. Kevin saat ini merupakan youtuber aktif yang channel YouTubenya memiliki 1,83 juta subscriber dengan konten-kontennya terkait lifestyle dan traveling. Nesha Ichida juga merupakan Co-founder dan Advisory Board dari Divers Clean Action.

Kemudian ada Assruro Wildan Mukholadun, Muhammad Rafa Ibnusina Jafar yang merupakan Co-founder Komunitas Pengumpul Sampah Elektronik “EwasteRJ” (17 dropbox spot di 9 kota), Penulis buku “E-Waste: Sampah Elektronik”, dan Ashoka Young Changemaker 2019. Saat ini dia bersekolah di SMA Taruna Nusantara.

Selain itu ada juga dari Papua ada Alfa Ahoren yang aktif dalam komunitas cinta lingkungan bagi anak muda Papua sebagai bentuk pergerakan menjaga dan mencintai bumi. Lalu ada Laetania Belai Djandam dan Adinda Nanda Saraswati. Laetania juga anggota Dayak Youth Community. Mahasiswa jurusan S1 Health and Human Sciences, the University of Sheffield ini juga volunteer di Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI), dengan fokus di bidang Planetary Health (kesehatan lingkungan dan kesehatan manusia).

Ada banyak lagi anak muda yang aktif dalam pelestarian lingkungan dalam diskuis itu. Kesemuanya pernah menjadi Panelis di Paviliun Indonesia, COP 22 UNFCCC diberbagai Negara. Lalu ada Sigit Ibrahim Kepala perawat satwa di Pusat Rehabilitasi Primata Jawa, The Aspinall Foundation. Terakhir ada Octavia Rungkat Tuani, pemenang UN Equator Prize 2019 dan Kalpataru 2019. Octavia berasal dari Masyarakat Adat Dayak Iban Sungai Utik.

Puji Aksi Nyata Pahlawan-pahlawan Muda

Menanggapi sharing pengalaman dari para pahlawan-pahlawan muda lingkungan ini, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK Rhuanda Agung Suhardiman memuji aksi-aksi nyata mereka. Dirinya berpesan semakin banyak anak muda yang peduli terhadap lingkungan, maka kualitas lingkungan hidup di Indonesia akan semakin baik.

Menutup diskusi tersebut, Menteri Siti menyampaikan rasa bangganya dan terima kasih pada anak-anak hebat itu. “Saya menangkap kekayaan Indonesia yang luar biasa, kekayaan yang datang dari keberagaman alam, keberagaman adat, budaya, tata cara dan pengetahuan pribadi. KLHK sudah enam tahun mengumpulkan semua pengetahuan dari anak anak hebat yang cinta indonesia,” pungkasnya.

Pada diskusi ini juga dibagikan hadiah kepada peserta berupa buku biografi kerja Menteri LHK Siti Nurbaya berjudul “Saatnya Berubah / Time for Change”, boneka flagship satwa langka Indonesia, dan lima batang bibit buah-buahan (Mangga Manalagi, Nangkadak, Belimbing Dewi, Rambutan Binjai, Jambu Jamaika) yang akan diantar ke alamat masing-masing peserta. Selanjutnya juga diumumkan pemenang lomba foto Ditjen KSDAE yang diselenggarakan lewat IG ayoketamannasional official.

Hadir dalam diskusi virtual ini jajaran Pejabat KLHK yaitu Sekjen, Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Eka Widodo Soegiri TAM LHK, Sri Murniningtyas TAM LHK, Dirjen KSDAE, Dirjen PPI, Dirjen PDASHL, Dirjen Gakkum LHK, Dirjen PSLB3, Kepala Badan P2SDM, Direktur KKH, Kepala Biro KLN, dan Kepala Biro Humas. (kh)

About khairul habiba

Bekerja di Harian Pelita sejak tahun 1986, mulai dari wartawan hingga redaktur politik dan terakhir sebagai redaktur senior. Sekarang sebagai Redaktur Ahli di Koranpelita.com

Check Also

Tak Perlu Khawatir Berlibur Ke Pantai Likupang

Travelling ke Sulawesi Utara, Taman Laut Bunaken sudah terlalu biasabagi para pecinta bahari. Namun, jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *