Lutfi : Pernyatan Jubir GT2P Kota Covid-19 Tidak Berbahaya Bisa Lengahkan Masyarakat,

Banjarmasin, Koranpelita.com

Pernyataan Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riady, yang menyebut Corona Virus Disease (Covid) -19 bukanlah virus berbahaya dan bisa menyebabkan kematian, disikapi serius wakil rakyat di tingkat provinsi.

Pasalnya pernyataan pejabat tersebut berpotensi dapat melengahkan masyarakat untuk berdisiplin serta atas apa yang dianjurkan pemerintah untuk menghindari wabah corona.

” Semestinya saat pandemi seperti sekarang para pemangku jabatan yang berkompeten perlu untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menyampaikan pendapat kepada publik,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Syaifuddin, dihubungi, Senin (22/6/2020).

Pemangku jabatan seharusnya
jangan menyampaikan pernyataan yang tidak populer yang cendrung bisa melengahkan masyarakat.

Terlebih ada yang menyatakan covid-19 tidak berbahaya, tentu sangat tiddk tepat. Karena seperti diketahui semua, bagaimana covid-19 ini bukan hanya membawa ribuan kematian dan menghancurkan perekonomian dunia. “Masa dikatakan tidak berbahaya. Mungkin pejabat itu sudah lelah,” sebut Lutfi.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel membidangi kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan ini menambahkan saat ini, pandemi yang dialami Kalsel belum lagi pada puncaknya. karena angka positif masih terus bertambah bahkan semakin cepat.

Seperti dilansir Barito post, Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riady,
menyatakan virus Covid-19 bukan virus yang berbahaya yang bisa menyebabkan kematian.

Banyaknya angka kematian yang tercatat hingga sekarang ini sebut dia karena ada penyakit penyerta yang serius.

“Sebenarnya covid ini tidak begitu berbahaya. Yang berbahaya karena adanya penyakit penyerta,” ucapnya Jumat (19/6/2020).

Penyakit penyerta yang serius hinggap dan berdampingan dengan covid-19 ditubuh penderita itu seperti penyakit diabetes atau kencing manis, kemudian Hypertensi atau darah tinggi dan jantung.

“Hampir semua penderita Covid-19 yang meninggal itu karena dengan penyakit penyerta seperti diabetes, hypertensi, dan jantung. Hasil analisis gugus tugas, pengidap Covid-19 di sana didominasi warga lanjut usia, dimulai usia 50 hingga 60 tahun ke atas,” tuturnya.

Sementara, Ketua Tim GT2P Covid-19 Provinsi Kalsel, A Haris Makie, diminta tangapan terkait pernyataan Machli, mengaku tak bisa berkomentar karena itu teknis kesehatan. Namun itu bisa saja benar, tapi penyampaian bahasa saja yang kurang pas.

“Tidak bisa ikut komen, karena ini teknis kesehatan. Bisa aja benar, cuma bahasa penyampaiannya kurang pas,” tulisnya dalam WA.( Ipik)

About kalselsatu

Check Also

Mappilu-PWI Audiensi Dengan Komisioner Bawaslu Jateng

Semarang,Koranpelita.com  Masyarakat pers pemantau pemilu PWI Jateng yang dipimpin Sugayo melakukan audiensi dengan Badan Pengawas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *