Ekstrak Serat Sawit Sebagai Bahan Dasar Produk Kecantikan

Oleh: Ribka Uli Pakpahan

Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju mengakibatkan kebutuhan masyarakat saat ini meningkat. Masyarakat tidak hanya memikirkan kebutuhan akan sandang, pangan dan papan, namun masyarakat sudah mulai memikirkan kebutuhan lainnya, seperti kebutuhan akan penampilan dan kecantikan. Sebagian besar masyarakat menganggap wanita memiliki kesempurnaan jika ia memiliki wajah yang cantik, berkulit halus, mulus serta bersinar dan menyadari begittu pentingnya kesehatan tubuh dan merawatnya agar terlihat cantik dan sehat. Anggapan itu berkembang dari akibat maraknya iklan, berita, film, sinetron, artikel dan foto-foto dimedia yang seringkali menampilkan wajah yang sempurna.Setiap orang membutuhkan produk dan perawatan yang tepat agar hasilnya juga sempurna.

 

Berbagai macam produk kecantikan umumnya mengandung beragam senyawa yang memiliki perannya masing-masing. Salah dua dari kandungan produk kecantikan yang berperan penting adalah beta karoten dan vitamin E. Karotenoid merupakan senyawa kimia yang memberi warna alami pada buah dan sayuran. Biasanya warna yang dihasilkan adalah orange, merah dan kuning cerah. Jenis umum karotenoid yaitu alpha karoten, beta karoten, lutein, Zeaxanthin dan lycopene, rumus kimianya C40H56. Sedangkan vitamin E adalah nama umum untuk dua kelas molekul (tocopherol dan tocotrienol) yang memiliki aktivitas vitamin E dalam nutrisi, Rumus kimianya C29H50O2. Karotenoid dan vitamin E ini berfungsi sebagai antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas sehingga dapat melindungi kulit terhadap kerusakan akibat oksidasi dan mencegah penuaan dini serta berfungsi sebagai pelembab wajah. Fakta baiknya, kedua kandungan ini ternyata dapat diperoleh dari ekstrak serat sawit.

Kelapa sawit dapat menghasilkan dua jenis minyak, yakni minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang diekstrak dari buah kelapa sawit dan minyak inti kelapa sawit (PKO), jika minyak sawit mentah atau CPO berwarna merah kekuningan menandakan kandungan karotenoid yang tinggi. Perkebunan sawit yang ada di Indonesia memiliki potensi membuat perekonomian negara semakin meningkat karena minyak sawit dapat menghasilkan berbagai macam produk baik itu makanan, kosmetik, produk kebersihan dan biodiesel. Tercatat nilai sumbangan devisa minyak sawit Indonesia sepanjang 2018 mencapai Rp. 289 triliun. Terutama Kalimantan tengah dengan produktivitas yang tinggi sehingga berpotensi sebagai 3 terbesar penyumbang devisa di Indonesia. Karna produktivitasnya, maka banyak juga yang memanfaatkannya sebagai bahan dasar produk kecantikan karna kandungan vitamin E nya dan juga senyawa karotenoid.

Senyawa karotenoid yang terdapat pada minyak sawit merupakan senyawa penting bagi tubuh yang berperan sebagai antioksidan yang berfungsi sebagai pengangkal radikal bebas, sehingga kulit terlindungi dari berbagai macam penyakit degeneratif dan memperlambat proses penuaan. Minyak sawit mengandung β-karoten 375 ppm dan vitamin E 559-1000 ppm dalam bentuk tokoferol 18-22% dan tokotrienol 78-82%. Karotenoid yang terdapat dalam minyak sawit merah terdiri dari β-karoten 54,4%, α-karoten 36,2%, Ƴ-karoten 3,3%, LIKOPEN 3,8%, dan xantofil 2,2%. Β-karoten merupakan karotenoid dengan aktivitas pro vitamin A yang paling tinggi karna setiap molekul β-karoten dapat menghasilkan dua molekul retinal yang kemudian direduksi menjadi retinal (vitamin A). sedangkan vitamin E adalah penghenti reaksi penyebab radikal bebas yang efisien dimembran lemak, karna bentuk radikal bebas distabilkan oleh resonansi. Oleh karna itu radikal vitamin E memiliki kecenderungan kecil untuk mengekstraksi sebuah atom hydrogen dari senyawa lain dan menyebarkan reaksi. Sebagai anitioksidan vitamin E berfungsi sebagai donor ion H+ yang mampu merubah radikal peroksil menjadi radikal tocopherol yang kurang reaktif, fungsi lainnya juga ialah menjaga kelembapan kulit.

Kesadaran masyarakat akan penampilan semakin meningkat baik itu untuk kulit tubuh dan wajah. Penggunaan bahan sintetis pada produk kecantikan harus segera ditinggalkan karena sulit terurai dan mengandung senyawa yang kurang baik bagi kesehatan. Penggunaan ekstrak serat sawit dapat dijadikan pilihan bagi para produsen kosmetik. Selain dapat menggunakan sumber daya lokal, alternatif ini juga terhitung aman bagi kesehatan. (Penulis, Prodi kimia, Universitas Palangkaraya)

About dwidjo -

Check Also

Kesaksian Jurnalis Palestina Bushra Jamal Ath-Thawil, Ungkap Fakta Penjajahan Zionis Israel

BUSHRA Jamal Muhammad Thaweel (22) memilih profesi wartawan setelah menyaksikan sendiri ayah dan ibunya ditangkap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *