Refocussing Anggaran Jadi Kendala, Perbaikan Lubang di Jalan Lingkar Basirih Jadi Catatan Balai.

Banjarmasin, Koranpelita.com

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Pemantauan Jalan Nasional Balai Besar Jalan dan Jembatan Wilayah XI Banjarmasin, Sauki Kamal menyebutkan, kebijakan refocussing anggaran oleh pusat untuk penanggulangan Covid-19, cukup menjadi kendala.

Kendati begitu tidak mengurangi target kegiatan proyek yang ingin dicapai dalam tahun 2020 ini, termasuk perbaikan ruas jalan yang rusak di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal itu diungkapkan Sauki Kamal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kalsel, di gedung DPRD di Banjarmasin, Rabu (17/6/2020).

Menurut Sauki, sesuai SK Mentri PU, ruas jalan nasional di Kalsel berjumlah panjang 1.204 kilometer yangmana pada tahun 2019 pemantapan jalan sudah mencapai 93 %.

Sisanya sekitar 7 % yang tersebar pada jalur penghubung antar lintas mulai dari Kandangan-Lumpangi dan Batulicin, Barabai dan Tanjung.

Begitu pula jika ada perbaikan dan perawatan ruas jalan yang rusak, seperti yang terjadi pada ruas jalan Lingkar Basirih, saat ini maka menjadi catatan pihaknya.

” Balai hanya melihat jika kondisi jalan sudah jelek maka akan diprioritaskan. Tetapi dengan kondisi saat ini kita hanya bisa melakukan pemeliharaan, dan menjadi catatan untuk dilakukan perbaikan pada tahun berikutnya,” kata Sauki Kamal.

Sebelumnya, sejumlah anggota Komisi III DPRD membidangi pembangunan dan infrastruktur ini banyak melontarkan pertanyaan sehubungan realisasi maupun teknis pelaksanannya.

Salahsatunya datang dari Wakil Ketua Komisi III, HM Rosehan NB.
Dalam rapat di pimpin Ketua Komisi III, H Sahrujani, Rosehan menanyakan apakah balai jalan tidak menyediakan dana untuk perbaikan ruas jalan yang mengalami kerusakan sedikit-sedikit tanpa harus menunggu anggaran tahun berikut.

Politisi PDI-P ini mencontohkan kerusakan yang terjadi di ruas Jalan Tol Basirih saat ini, jika tak segera diperbaiki maka dapat membahayakan pengguna jalan, karena rentan terjadi kecelakaan.

” Yang rusak berlubang ini sekitar 50 meter, dan parahnya disitu tidak ada lampu penerangan, sehingga sering terjadi kecelakaan,”kata dia.

Selain jalan berlubang, Rosehan juga menyampaikan kondisi sisi Jalan yang ditumbuhi rumput tinggi serta banyak tumpukan barang bekas yang tak terawat sehingga terkesan sangat kumuh.

Ketua Komisi III, H Sahrujani, mengatakan RDP bertujuan untuk meminta keterangan menyangkut kegiatan dan implementasi yang di laksanakan oleh balai jalan dan jembatan yang mewenangi Provinsi Kalsel.

Tujuanya sebagai masukan dan evaluasi dalam kaitan rencana pembangunan yang juga dilaksanakan oleh pemerintah daerah. (Ipik)

About kalselsatu

Check Also

Terjadi Dobel Data Kasus Positif di Jateng Tertinggi Indonesia

Semarang,Koranpelita.com Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo sangat menyayangkan terjadinya kekeliruan dalam rilis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *