Menteroi LHK, Siti Nurbaya didampingi Sekjen KLHK, Bambang Hendroyono dan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (B3) KLHK Rosa Vivien Ratnawatisaat mengikuti acara pemberian penghargaan kinerja dan insiatif pengurangan sampah oleh produsen yang digelar melalui daring via channel Youtube, Selasa (9/6). Ist

Menteri LHK: Peran Swasta Sangat Strategis dalam Upaya Pengurangan Sampah

Jakarta, Koranpelita.com

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegaskan, peran dan tanggungjawab pelaku usaha yang membuat, mendistribusikan, dan menjual barang atau barang dengan kemasan, dalam pengelolaan sampah khususnya pengurangan sampah juga sangat penting dan strategis.

“Hari ini kita menyaksikan bersama, beberapa Produsen mengambil langkah proaktif pengurangan sampah dari kegiatan/usaha mereka sekaligus langkah nyata pelaksanaan peta jalan pengurangan sampah oleh produsen sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri LHK No. P.75 Tahun 2019,” Jelas Menteri Siti ketikan memberikan pidato kunci pada acara pemberian penghargaan kinerja dan insiatif pengurangan sampah oleh produsen melalui daring via channel Youtube, Selasa (9/6).

Menteri Siti mengatakan, para pelaku usaha tersebut, diistilahkan sebagai Produsen di dalam ketentuan peraturan perundangan pengelolaan sampah, memiliki kewajiban mengatasi persoalan sampah bersama pemerintah dan masyarakat. “Terimakasih kepada bisnis leaders dan mitra-mitranya yang telah mengurangi sampah. Peran swasta sangat berarti dan kolaborasi harus dilakukan antar seluruh elemen bangsa, untuk atasi masalah bangsa,” tegas Siti.

Dalam arahannya Siti mengatakan, tantangan pengelolaan sampah sangat berat. Meski begitu Indonesia harus tetap optimis dalam menghadapi dan melewati persoalan tersebut. Peran serta masyarakat dalam upaya pengelolaan dan pengurangan sampah telah berjalan sangat baik, bahkan diantara negara dunia, peran masyarakat Indonesia sangat menonjol.

Dari sisi penyusunan kebijakan dan regulasi, Menteri Siti meyakini bahwa kebijakan dan regulasi yang telah dimiliki saat ini sudah terhitung lebih dari cukup. Saat ini Indonesia sudah mempunyai undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, Peraturan Presiden, dan beberapa Peraturan Menteri yang dilengkapi beberapa pedoman teknis.

Beberapa kebijakan dan peraturan bahkan bersifat progresif dan berani antara lain; penetapan target pengurangan dan penanganan sampah yang terhitung ambisius, yaitu 30 persen pengurangan sampah dan 70 persen penanganan sampah, serta phase-out dan pelarangan beberapa jenis plastik sekali pakai seperti kantong belanja plastik, sedotan plastik, dan wadah styrofoam.

“Tercatat sampai saat ini, terdapat 2 provinsi dan 29 kabupaten/kota yang telah mengeluarkan kebijakan daerah terkait pelarangan dan pembatasan plastik sekali pakai,” papar dia.

Hasil Monitoring

Sementara Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (B3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, jika ada komitmen kuat dari produsen, ternyata bisa. Ini buktinya bahwa penghargaan diberikan kepada para produsen yang dengan komitmen sangat kuat merealisasikannya dalam bentuk pengurangan sampah.
“Jadi anggapan selama ini pengurangan smapah hanya bisa dilakukan konsumen, ternyata hal itu juga bisa dilakukan olrh produsen,” katanya

Dikemukakan Rosa Vivien, penghargaan yang diberikan kepada para produsen ini merupakan hasil dari kegiatan monitoring, evaluasi, dan verifikasi yang dilaksanakan oleh Tim Direktorat Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 Tahun 2019 atas pelaksanaan program kegiatan pengurangan sampah yang dilakukan oleh produsen.

Terdapat Tiga jenis produsen yang dimonitor, dievaluasi, dan diverifikasi kinerja pengurangan sampah, pertama sektor manufaktur; kedua ritel dan ketiga jasa makanan dan minuman. Adapun penghargaan ini terdiri dari dua kategori, yaitu: pertama penghargaan bagi produsen peraih penghargaan kinerja pengurangan sampah, diberikan kepada PT Tirta Investama selaku produsen pemegang merek dagang Aqua, dengan 2 capaian kinerja pengurangan sampah yaitu: peningkatan penarikan kembali botol PET untuk didaur ulang dari 7.020 ton (2017) menjadi 12.000 ton (2019) serta peningkatan kandungan bahan daur ulang botol PET (recycledPET atau rPET) dari 15 persen (2017) menjadi 100 persen (2019).

Sedangkan dua penghargaan bagi produsen yang mempunyai inisiatif dalam pengurangan sampah, yaitu pertama diberikan kepada CV Sarirasa Nusantara pemegang merek dagang Sate Khas Senayan dengan capaian pengurangan sampah plastik sebesar 32,83 ton di 2019; dan kedua diberikan kepada PT Rekso National Food pemegang merek dagang McDonald Indonesia, dengan capaian pengurangan sampah plastik sebesar 470 ton di 2019; serta, ketiga, Diberikan kepada PT Fastfood Indonesia, pemegang merek dagang Kentucky Fried Chicken, dengan capaian pengurangan sampah plastik sebesar 48 ton di 2019. (kh)

About khairul habiba

Bekerja di Harian Pelita sejak tahun 1986, mulai dari wartawan hingga redaktur politik dan terakhir sebagai redaktur senior. Sekarang sebagai Redaktur Ahli di Koranpelita.com

Check Also

Buang Limbah di Kali CBL, FSW Dipanggil DPRD

BEKASI, koranpelita.com – Manajemen PT Fajar Surya Wisesa menghadiri pemanggilan audiensi di Ruang Kerja Komisi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *