Ketua MPR Minta Pemerintah Transparan Jelaskan Perkembangan PSBB dari Waktu ke Waktu

Jakarta, Koranpelita.com

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Pemerintah menjelaskan hasil pembahasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara transparan untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam melawan penyebaran virus Covid-19. Serta menyampaikan bahwa durasi pelaksanaan PSBB dapat diperpanjang disesuaikan dengan situasi dan kondisi perkembangan Covid-19 di Indonesia.

Demikian ditegaskan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang akrab dipanggi Bamsoet itu kemarin, Kamis (9/4/2020) di Jakarta, sehubungan dengan masa PSBB di wilayah DKI Jakarta yang efektif diterapkan mulai tanggal 10 April 2020 hingga 14 hari ke depan.

Dia juga mengimbau masyarakat agar dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus corona, dengan cara mematuhi apa yang disarankan oleh pemerintah, yaitu antara lain tetap berdiam di rumah, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan memakai masker jika harus keluar rumah.

Mantan Jetua DPR RI itu jug mendorong pemerintah untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok bagi warga yang membutuhkan, serta agar Pemerintah dapat bersikap tegas terhadap warga yang melanggar kebijakan PSBB tersebut dengan memberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keoada seluruh stakeholders, aparat keamanan, dan masyarakat Bamsoet menganjurkan agar dapat berkomitmen mematuhi dan menerapkan aturan dalam kebijakan PSBB, sehingga penyebaran virus corona tidak lagi meluas.

Terkait kebih kurang 1.226 bisnis perhotelan dan usaha pendukungnya di seluruh Indonesia yang terpuruk akibat wabah Covid-19, yang berhenti beroperasi untuk sementara waktu dan mulai menawarkan cuti bagi para pekerja tetapi diluar tanggungan, Ketua MPR RI mendorong pemerintah mempertimbangkan pemberian bantuan sosial kepada pekerja hotel yang dirumahkan, mengingat banyaknya hotel yang tidak bisa membayar gaji utuh bagi para pekerjanya.

Mendorong pemerintah agar mengupayakan para karyawan hotel/restoran juga bisa mengikuti program kartu prakerja, namun tetap diseleksi hanya bagi karyawan yang memenuhi persyaratan untuk dapat menerima kartu prakerja tersebut.

Bamsoet juga menyarankan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyiapkan sejumlah strategi/upaya pemulihan dan normalisasi industri pariwisata, termasuk perhotelan, dengan memperbaiki kondisi psikologis wisatawan agar begitu pandemi berakhir, arus kunjungan kembali normal bersama sektor lain.

Selain itu, dia juga mendorong pemerintah terus mempersiapkan berbagai kebijakan dan langkah untuk menangani serta mengurangi dampak wabah pandemi Covid-19, bagi pelaku dan industri yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Terakhir, Bamsoet mendorong pemerintah terus berupaya mengusulkan berbagai stimulus ekonomi agar dapat meringankan beban dan biaya untuk para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga dapat mengurangi potensi PHK bagi karyawan di sektor tersebut. (kh)

About khairul habiba

Bekerja di Harian Pelita sejak tahun 1986, mulai dari wartawan hingga redaktur politik dan terakhir sebagai redaktur senior. Sekarang sebagai Redaktur Ahli di Koranpelita.com

Check Also

Campursari Virtual: Tetap Prokes, Nonton dari Rumah

Forum Diskusi Sahabat Ngopi Kulon Progo (SNKP) bersama komunitas Kulon Progo di Jabodetabek (KPJD) siap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *