Atas Aspirasi Rakyat, PKS Tolak Penerapan Darurat Sipil

Tangerang, Koranpelita.com

Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan Mulyanto menyayangkan sikap Pemerintah menerapkan darurat sipil untuk menanggulangi persebaran Covid 19.

“Harusnya Pemerintah menetapkan status karantina lingkungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,” tegas Mulyanto di sela acara pembagian masker dan hand sanitizer di Kota Tangerang, Kemarin.

Dengan menggunakan Undang-Undang ini maka Pemerintah wajib menanggung kebutuhan hidup dasar masyarakat yang berada di wilayah karantina.

PKS menolak penerapan darurat sipil yang ditetapkan Presiden Jokowi, Senin (30/3/2020). Keputusan tersebut tidak tepat dan terkesan mengabaikan kepentingan rakyat.

“Indonesia akan dicatat sebagai negara terburuk dalam penanganan wabah Covid 19. Negara lain sibuk berlomba memberi pelayanan terbaik kepada rakyatnya, di negara ini rakyat dibiarkan di rumah tanpa jaminan pangan,” tegas Mulyanto.

Mulyanto menyebut, Amerika saja menyediakan anggaran Rp35.000 triliyun untuk mengatasi dan membantu rakyat selama masa karantina. China menyiapkan Rp143 triliyun, India Rp314 triliyun, Philipina Rp216 triliyun dan Malaysia Rp916 triliyun.

“Ini Indonesia, negara Pancasila yang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar disebutkan secara nyata, bahwa tujuan dari didirikannya Negara Republik Indonesia adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, malah abai terhadap tuntutan rakyat,” sindir anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi masalah Energi Sumberdaya Mineral (ESDM), Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Lingkungan Hidup.

Untuk itu PKS, menurut Mulyanto, menolak kebijakan darurat sipil yang ditetapkan Pemerintah. Bersama elemen bangsa lainnya, PKS akan mengupayakan tindakan politik agar keputusan ini dibatalkan.

“Keputusan ini tidak tepat di tengah kondisi darurat jutaan nyawa rakyat,” tandas Mulyanto. (kh)

About khairul habiba

Bekerja di Harian Pelita sejak tahun 1986, mulai dari wartawan hingga redaktur politik dan terakhir sebagai redaktur senior. Sekarang sebagai Redaktur Ahli di Koranpelita.com

Check Also

Tak Perlu Khawatir Berlibur Ke Pantai Likupang

Travelling ke Sulawesi Utara, Taman Laut Bunaken sudah terlalu biasabagi para pecinta bahari. Namun, jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *