PERSI dan Unilever Edukasikan Masyarakat Pentingnya Kebersihan Tangan

Jakarta,Koranpelita.com

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) bekerjasama dengan PT Unilever Indonesia, membahas mengenai kewaspadaan industri Rumah Sakit dalam menghadapi potensi penyebaran virus COVID-19 yang mulai merebak di Indonesia. Acara ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hand hygiene atau kebersihan tangan guna melindungi diri, keluarga dan lingkungan dari virus COVID-19.

dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes. selaku Ketua PERSI menjelaskan, tidak hanya bertugas menangani potensi wabah virus COVID-19, namun seluruh Rumah Sakit rujukan juga diandalkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, misalnya tentang makna dan tata cara isolasi.

“Dengan diserukannya pandemic COVID-19 oleh WHO, Rumah Sakit wajib melakukan proses penentuan atau seleksi pasien yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu dengan benar, diharapkan membuat Tim Regu COVID-19, serta mengikuti standar-standar operasional terbaru dari Kementerian Kesehatan RI sesuai anjuran WHO. Hal-hal tersebut adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan pada saat ini,” jelasnya di Jakarta, baru baru ini.

Lebih lanjut dr. Kuntjoro menerangkan, bahwa seluruh Rumah Sakit tanpa terkecuali wajib memperketat program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yang terintegrasi, terprogram, dan terpantau.

Kewaspadaan ini dibenarkan oleh dr. Mohammad Syahril Mansyur, Sp.P, MPH selaku Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso. Sebanyak delapan kasus positif virus COVID-19 kini dirawat di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, dan berada dalam kondisi yang stabil. Selain itu, sesuai dengan protokol penanganan kasus penyebaran virus COVID-19 yang telah ditetapkan pemerintah, setiap harinya kami menerima rujukan dari fasilitas layanan kesehatan untuk pengambilan spesimen pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi.

Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Jakarta, dimana hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam 24 jam setelah spesimen diterima. Jika hasilnya positif, maka pasien akan dinyatakan sebagai penderita COVID-19. Kemudian, sampel akan diambil setiap hari dan penderita akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel dua kali berturut-turut hasilnya negatif.

“Di sepanjang proses tersebut, kami menekankan pada setiap personil untuk siap merespon kasus virus COVID-19, memahami cara mengidentifikasi kasus, dan menerapkan langkah PPI dengan benar untuk memastikan tidak ada penularan ke petugas kesehatan, antar pasien, dan orang lain di lingkungan Rumah Sakit, ” lanjut dr. Syahril.

Di dalam PPI, kebersihan tangan menggunakan sabun dan desinfektan adalah sarana efektif untuk mencegah dan mengendalikan infeksi. Rumah sakit menetapkan regulasi hand hygiene yang mencakup kapan, di mana, dan bagaimana melakukan cuci tangan mempergunakan sabun dan atau dengan disinfektan (hand sanitizer) serta tersedianya fasilitas hand hygiene.

Maulani Affandi selaku Head of Skin Cleansing and Baby PT Unilever Indonesia, Tbk. menyampaikan, PT Unilever Indonesia, Tbk. memiliki komitmen untuk terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya cuci tangan dengan sabun di waktu-waktu yang tepat.

Edukasi ini menyasar ke berbagai lapisan masyarakat, dari mulai sekolah, ibu-ibu PKK, pasar tradisional, dan lainnya dalam skala nasional. Rumah Sakit juga merupakan salah satu pilar penting bagi kami dalam menyebarluaskan edukasi kebiasaan cuci tangan.

Oleh karena itu lanjutnya, dalam kesempatan ini, melalui brand Lifebuoy, pihaknya secara simbolis menyerahkan dukungan berupa produk sabun cuci tangan ke 8 (delapan) Rumah Sakit rujukan yang tersebar di wilayah Jakarta, termasuk RSPI Sulianti Saroso. “Diharapkan dukungan ini akan semakin menyokong kewaspadaan Rumah Sakit dalam melindungi masyarakat dan juga petugas kesehatan dari penyebaran virus COVID-19,” ujar Maulani Affandi. (Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Tak  Penuhi Panggilan Penyidik Polri

Jakarta, koranpelita.com Penyidik Polda Metro Jaya memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *