Menjadi Penyambung Rahmat Allah Terhadap Sesama di Tengah Wabah Virus Corona

Oleh: Rakhmad Zailani Kiki

Ini kisah nyata, terjadi sore ini. Karena wabah Virus Corona, jalanan di tempat tinggal saya lengang, orang-orang lebih memilih tinggal di dalam rumah.

Saya sedang membeli bakso bakwan Malang yang berhenti di depan rumah saya, ketika seorang penjual roti dengan sepeda gerobaknya lewat di depan saya.

Penjual roti ini berhenti sebentar, menawarkan dagangannya, roti bagel, ke saya. Saya lihat di gerobak kacanya roti masih penuh. Karena saya sedang mau makan bakso bakwan Malang, saya bilang ke penjual roti ini, “Maaf, saya nggak beli rotinya.”

‘Aduuh, seharian saya jualanan belum ada yang beli nih!” Keluhnya dengan wajah kecewa, tatapan wajahnya panik, sambil pergi meninggalkan saya.

Saya terhentak mendengar jawabannya. Saya segera panggil si penjual roti untuk beli rotinya. Padahal, saya lagi tidak perlu roti bagel karena sedang mau makan bakso bakwan Malang. Si penjual roti kemudian berlalu dengan wajah sedikit ceria.

“Yaa Rabb, karena wabah Virus Corona, orang-orang jadi menghemat pengeluarannya. Tapi, orang-orang seperti penjual roti ini menjadi korbannya. Putus asa. Putus harapan dari rahmat Allah. Padahal mereka harus menafkahi dirinya, istri dan anaknya setiap harinya. Orang-orang putus asa bisa gelap mata, menjadi kriminal, untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Yaa Rabb, ampuni hambamu ini, berikanlah hamba kemampuan untuk selalu menjadi penyambung rahmat-Mu bagi orang-orang seperti penjual roti ini. Aamiin yaa Arhamarrahimiin,” ujar dan doaku membatin. ( Penulis,  Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre dan Sekretaris RMI NU DKI Jakarta)

About dwidjo -

Check Also

Kesaksian Jurnalis Palestina Bushra Jamal Ath-Thawil, Ungkap Fakta Penjajahan Zionis Israel

BUSHRA Jamal Muhammad Thaweel (22) memilih profesi wartawan setelah menyaksikan sendiri ayah dan ibunya ditangkap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *