Walikota Bekasi, Rahmat Effendi resmikan jalan SS Pekayon menjadi Ijo bin Beih, Senin (16/3/2020).

Walikota Sematkan Ijo Bin Beih Menjadi Jalan Baru SS Pekayon

Bekasi Kota, koranpelita.com – Bentuk penghormatan sebagai salah satu pejuang kemerdekaan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyematkan nama Ijo bin Beih alias Kisem, menjadi nama jalan baru di Jalan SS Pekayon, Bekasi Selatan, Senin (16/3/2020).

Sejarawan Kota Bekasi, Ali Anwar menceritakan, Dalam catatannya , Ijo bin Beih alias Kisem lahir di Bekasi pada 12 Februari 1918 dan meninggal pada 23 Februari 1975.

Pada masa remaja dan mudanya, Ijo dikenal sebagai jawara di bilangan Pekayon sampai Bekasi. Jawara pada masa 1930-an 1940-an terbagi dalam tiga karagorisasi: pejuang, penkhianat, dan pecundang.

Ali Anwar menuturkan, mental jawara dan semangat nasionalisme yang tumbuh dalam dirinya membuat Ijo memutuskan menjadi jawara pejuang. Itu sebabnya, saat perang kemerdekaan meletus pada 1945 dan sebagian besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR) serta badan-badan perjuangan di Jakarta mundur ke Bekasi, Ijo yang pada akhir 1945 menjabat sebagai kepala kampung, bersama teman-temannya membentuk Laskar Rakyat Bekasi di Pekayon (1945-1947).

Bahkan, dalam mempertahankan kemerdekaan tutur Ali. Bahwa di tapal batas Bekasi-Jakarta, badan-badan perjuangan ini berada di bawah komando Komandan Batalion V Mayor Sambas Atmadinata dan Komandan Kompi Mayor Lukas Kustaryo.

Saat seluruh badan-badan perjuangan dilebur ke dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 1947, Ijo memutuskan bergabung ke dalam TNI sebagai prajurit Batalion Suryakencana Resimen 3/Siliwangi (1947-1949).

Pasca perang, Ijo yang berpangkat kapten ditugaskan sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa), salah satu kekuatan Kodim 0507/Bks Kodam V/Jaya.
Berkat jasanya berjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang tanpa henti (empat tahun), Ijo dianugerahi Gelar Kehormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan RI dengan nomor pokok veteran (NPV) 8.003.843 golongan A yang ditandatangani oleh Wakil Panglima Angkatan Darat Laksamaan TNI Sudomo atas nama Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima Angkatan Bersenjata, dan Kakanminvet VIII DKI Jaya Kolonel Kavaleri S. Broto Laksono tanggal 15 Agustus 1981.

Ijo juga memperoleh tanda penghargaan dari Dewan Harian Daerah Angkatan ’45 Provinsi Jawa Barat nomor 13/SKEP/A-45/XI/1996 tanggal 25 November 1996 yang ditandatanagani oleh Ketua Umum DHD Angkatan ’45 R. Nuriana dan Sekretaris Umum H. Hudly Bambang Aruman. Penghargaan disimbolkan pula dengan pemasangan bambu runcing dan bendera merah-putih di makam Ijo, Pekayon, oleh DHC Angkatan ’45.

Belakangan Ijo dinugerahi gelar tokoh kehormatan daerah Kota Bekasi 2020 berdasarkan keputusan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi nomor 861/Kep.137-TU/III/2020 tanggal 6 Maret 2020.
Ijo adakah anak Beih dan Pori.

Masih kata Sejarawan Bekasi Kota Ali Anwar, bahwa hasil perkawinan Ijo dengan Sainah melahirkan tujuh anak bernama Kisem, Nurbaman, Nuroh, Sahwi, Rosih, Sihmol, dan Sistem.

Perkawinan Nuroh dengan Wahab menghasilkan tujuh orang anak. Anak pertaman perempuan namun meninggal tak lama setelah lahir. Anak kedua sampai ketujuh adalah Rahmat Effendi, Soleha, Hadi, Mumun, Mulyana, dan Mursidi. (red)

About redaksi

Check Also

Ketua MPR RI, Apresiasi Kementan Tingkatkan Bantuan Subsidi Pupuk Bagi Petani

Jakarta,koranpelita.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan kementerian pertanian (Kementan), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca