NKS Menulis Edisi Ulang Tahun: Panggil Kami bpjamsostek

Jenewa harus dijeda. Menunggu untuk diramu. Sejenak, saya ajak Anda berkontemplasi, membaca kembali catatan paling penting: ulang tahun.

Saya juga melakukan kontemplasi, semadi, merenung sejenak agar momen penting hari ini terekam dalam ingatan tak terlupakan. Maka saya sengaja mengenakan PSL: Pakaian Sipil Lengkap terdiri dari jas, dasi, dan kopiah.

Sangat lengkap walau saya tetap nampak ndeso. Serta, tersiksa saat leher tercekik oleh kalungan dasi. Sepertinya saya lebih pas jika menggunakan PJL, Pakaian Jawa Lengkap: surjan dan blangkon seperti di cover Buku NKS.

Tapi toh cah ndeso tidak dilarang menggunakan PSL.  Apalagi di hari ini, hari yang ditunggu, hari ulang tahun BPJS Ketenagakerjaan. Hari ini, BPJS Ketenagakerjaan genap berusia 42 tahun. Angka yang tidak main-main karena punya makna.

Perayaan ulangtahun ditandai dengan upacara bendera di kantor pusat, kantor wilayah dan kantor cabang seluruh Indonesia. Perayaan ini, untuk memperingati lahirnya jaminan sosial di Indonesia. Bukan memperingati transformasi  PT Jamsostek (Persero) menjadi BPJS ketenagakerjaan yang terjadi pada tahun 2014.

Saya mengikuti secara hikmat setiap detik rangkaian peringatan upacara peringatan hari ulang tahun BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Pusat.

Pak Marsaid menjadi komandan upacara.

Sebagai komandan upacara Bapak Marsaid yang suaranya sangat lembut saat kita berdiskusi tapi menjadi sangat lantang ketika didapuk menjadi komandan upacara. Adapun pembina upacaranya adalah Bapak Direktur Utama.

Tema Hari Ulang Tahun ke–42 BPJS Ketenagakerjaan adalah  Tumbuh Bersama Pekerja Indonesia. Jika mengutip pesan dalam sambutan Pak Dirut, tema  itu mengandung makna bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan terus tumbuh dan berinovasi untuk memberi pelayanan terbaik bagi pekerja di seluruh Indonesia.

Kita sadar, tantangan jaminan sosial di masa depan akan makin kompleks. Terlebih dengan munculnya isu-isu ketenagakerjaan seperti bonus demografi, non- standard workers, meningkatnya ekspektasi publik, dan ekonomi digital. Artinya untuk terus tumbuh, kita membutuhkan terobosan-terobosan di luar dari kebiasaan.

Lebih lanjut Pak Dirut menyampaikan bahwa beberapa hal strategis yang dapat didorong untuk penguatan penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan, diantaranya:

Pak Agus Susanto menjadi Pembina Upacara.

Pertama, perubahan call name BPJS Ketenagakerjaan menjadi BPJamsostek, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia dalam mengenali program dan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kedua, peluncuran program vokasi untuk mempertemukan supply and demand pasar tenaga kerja, serta meningkatkan daya saing dan produktivitas pekerja Indonesia.

Ketiga, ada  dua penghargaan (ISSA Guidelines on Information and Communication Technology, dan ISSA Guidelines on Return to Work and Reintegration) dari ISSA atas kesesuaian dan pemenuhan implementasi operasional sesuai standard yang telah ditetapkan oleh ISSA. ISSA sendiri singkatan dari International Social Security Association, yang merupakan organisasi internasional yang berisikan para penyelenggara jaminan sosial dunia.

Pencapaian tersebut bertujuan untuk memperkuat implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan Indonesia, serta memberikan kemudahan bagi seluruh pekerja Indonesia.

Upacara usai, saat matahari mulai terik. Tapi masih ada acara yang ditunggu peserta upacara yang secara khusus diundang dari berbagai daerah: mendapat penghargaan.

Pemberian penghargaan innovation awards.

Berbagai kegiatan dilombakan untuk memacu semangat dan memacu prestasi para karyawan dan unit kerja. Penghargaan diberikan dalam kategori seperti best employee, pengelolaan naskah dinas dan kearsipan, financial management, inovasi terbaik dalam ajang insanova dan kepesertaan award.

Selanjutnya, sebagai wujud melestrikan budaya, ada pemotongan tumpeng sebagai bukti syukur atas nikmat yang tak lepas dari campur tangan Tuhan. Sebelum pemotongan tumpeng, wakil pekerja bpjamsostek, Bapak Tri Candra Kartika memberikan sambutan. Juga ucapan selamat serta pesan bagi seluruh insan bpjamsostek.

Sementara itu Pak Naufal Mahfuzd menyampaikan pengumuman penting. Sudah pas jika pengumuman datang dari Direktur Umum (dan SDM), sebab salah satu tugasnya, memang memberikan pengumuman.

Pak Naufal Mahfuzd, Direktur Umum dan SDM memberikan pengumuman penting.

Sebuah pesan dari Pak Naufal Mahfuzd bahwa setiap insan bpjamsostek seharusnya tidak menanyakan apa yang bisa diberikan bpjamsostek. Tetapi tanyakan apa yang insan bpjamsostek bisa berikan pada bpjamsostek dan pekerja Indonesia.

Jika sudah memberi yang terbaik, jangan pernah khawatir, karena manajemen tentu memikirkan kompensasi sebuah kompetensi.

Sebelum potong tumpeng, Ketua Dewan Pengawas memberikan selamat ulang tahun sambil memberi pesan untuk mengenang jasa rekan-rekan kerja pejuang dan pahlawan jaminan sosial yang mendahului kita.

Setelah itu, satu pesan lain disampaikan tentang pentingnya menjaga work life balance. Tidak saja bekerja, namun bersosialisasi, berolah raga, berolah seni, dan membagi waktu untuk keluarga juga perlu dilakoni.

Pak Guntur Wicaksono, ketua Dewan Pengawas memberi wejangan.

Potong tumpeng dan makan bersama menutup rangkaian acara. Kini BPJS Ketenagakerjaan punya sebutan baru, boleh dibilang sebutan sayang. Panggil kami bpjamsostek agar semua orang tahu beda dua penyelenggara jaminan sosial yang ada di Indonesia ini.

Panggil bpjamsostek saat Anda butuh perlindungan di dalam bekerja, lalu memasuki usia tua, serta saat risiko kematian datang menghampiri. Tentu bpjamsostek akan melayani dengan sepenuh hati.

Hadiah ulangtahun dari bpjamsostek untuk peserta adalah peningkatan manfaat jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja tanpa kenaikan iuran. Bahkan bpjamsostek memberikan beasiswa kepada dua anak peserta bpjamsostek yang meninggal dunia.

Hari ini adalah hari istimewa. Sebab saya juga langsung teringat anak wedhok yang ada di Surabaya. Hari ini, tepat di hari ulangtahun ke-42 bpjamsostek, Ia berusia 19.

Hari itu, tanggal 5 Desember 19 tahun lalu, saya antar bundanya yang hamil besar ke sebuah rumah sakit dengan motor dan berharap tak lahir di tengah jalan. Saat itu saya belum bergabung dengan bpjamsostek. Mungkin jika saya sudah bekerja di bpjamsostek, anak kedua yang lahir 5 Desember itu akan saya beri nama bpjamsostek. Sebuah nama kesayangan semua pekerja di seluruh Indonesia.

Jakarta, 05 Desember 2019, Selamat ulang tahun bpjamsostek dan ananda.

Nami Kulo Sumarjono. Salam NKS

About redaksi

Check Also

Tak Perlu Khawatir Berlibur Ke Pantai Likupang

Travelling ke Sulawesi Utara, Taman Laut Bunaken sudah terlalu biasabagi para pecinta bahari. Namun, jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *