Wartawan senior Amazon Dalimunthe memberikan kuasa kepada Pitra Romadhoni Nasution SH.MH menjadi penasehat hukum dalam dugaan kasus pelanggaran hak cipta atas karya fotonya oleh Falcon Pictures dalam film Warkop DKI Reborn 3. Ist/Amazon

Amazon Dalimunte Kirim Somasi kepada Falcon Picture

Jakarta, Koranpelita.com

Pitra Romadhoni SH MH dari Kantor Pengacara Pitra Romadhoni And Partner Law Firm selaku kuasa hukum wartawan senior Drs A.Y Amazon Dalimunthe, Senin (30/09/2019) mengajukan Somasi Pertama, kepada Falcon Picture.

Somasi diajukan, terkait dugaan pelanggaran Intelectual Property Right berupa foto milik Amazon Dalimunte “Warkop DKI Berjas Merah” yang dipakai dan ditayangkan secara komersil pada Film Warkop DKI Reborn 3, yang sudah tayang di sejumlah bioskop di Indonesia.

“Langkah somasi ditempuh setelah sebelumnya Amazon Dalimunthe memberi tahu adanya pelanggaran hak cipta kepada Ibu Frederica selaku produser film tersebut. Lalu ibu Frederica menunjuk Ody Mulya Hidayat, produser Max Picture, sebagai mediator,” ujar Pitra Romadhoni SH MH dalam siaran persnya yang diterima Koranpelita.com, Senin (30/09/2019).

Pitra menjelaskan, seharusnya pihak Falcon Pictures sebelum menggunakan hasil karya kliennya, ada baiknya meminta izin sebelum menayangkan atau memproduksi film Warkop DKI Reborn 3, sebagai pemilik hak atas foto tersebut.

“Klien saya, Drs Amazon Dalimunthe pun seolah di tantang untuk membuktikan apakah benar photo itu milik beliau dan mempersilakan untuk menempuh jalur hukum. Itu sebabnya langkah hukum pertama yakni Somasi kami sampaikan,” tegas Pitra Romadhoni.

Pitra menilai, pihak Falcon belum menunjukkan itikad baik dalam penyelesaian sengketa hak cipta karya kliennya. “Terbukti Amazon Dalimunthe ditawarkan nilai kerugian hahya Rp5 juta disertai ucapan, bahwa mereka jika meminjam foto nilainya juga di bawah itu,” ujar dia.

Pitra juga menyesalkan sikap Ody Mulya yang menganggap sepelu pelanggaran hukum ini. Alagi Ody juga mengatakan bahwa produk intelectual property right atas karya foto Amazon Dalimunthe tidak berpengaruh besar terhadap film Warkop DKI Reborn 3.

Oleh karena itu lanjut Pitra, pihaknya memberikan jangka waktu tiga hari untuk somasi pertama dan bertahap hingga somasi ketiga. Jika tidak ada tanggapan maka pihaknya akan melaporkan dugaan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk proses hukum.

Falcon Pictures menurut Pitra, memenuhi syarat pelanggaran hak cipta sebagaimana yang tertulis pada pasal 12 dan Pasal 115 UU Hak Cipta.

“Ini kan hasil karya orang, kita harus menghormati walaupun karya itu tidak bagus. Kita wajib memberikan penghormatan hasil karya sesorang dan itu yang dilindungi UU Hak Cipta, memberikan proteksi kepada seseorang yang menghasilkan karya,” ujar Pitra menyayangkan.

Dikatakannya, pihaknya juga tengah mengusut pula kemungkinan foto tersebut dipakai untuk film Warkop DKI reborn 1 dan 2 yang sudah beredar sebelumnya yang juga di produksi oleh Falcon Pictures.

Sementara Amazon Dalimunthe menegaskan, dialah yang memiliki hak cipta foto itu. “Saya memiliki klise negatifnya. Saya belum pernah mengalihkan hak cipta foto saya itu kepada orang lain. Kalau pun ada itu hanya fisiknya saja, bukan hak intelectual property rightsnya.”

Dikatakan Amazon, untuk menguji sahih hak ciptanya itu, dia sudah meminta pendapat fotografer senior, Tigor Lubis. “Sepanjang kita dapat membuktikan apa yang menjadi dasar, misalnya klise atau file foto itu, dan dapat dibuktikan secara teknologi, maka itu adalah hak kita,” ujar Tigor memberikan pendapat.

Sejumlah wartawan senior juga memberikan dukungan penyelesaian secara hukum. Diantaranya Wina Armada SH yang juga pengacara itu. Dia menyarankan untuk menuntut secara materil dan immaterial agar menjadi pembelajaran bagi siapa pun untuk saling menghargai hak cipta orang lain. (Rel/kh)

About khairul habiba

Bekerja di Harian Pelita sejak tahun 1986, mulai dari wartawan hingga redaktur politik dan terakhir sebagai redaktur senior. Sekarang sebagai Redaktur Ahli di Koranpelita.com

Check Also

Mantan Pacar Bunuh Wanita Slovakia Karena Sakit Hati Diputus

Jakarta,Koranpelita.com Lorens Parera, pria asal Sorong, Papua, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga menjadi pembunuh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *