Jalan Tol Layang Japek Mulai Diuji Beban

Jakarta , Koranpelita.com

Sebelum dioperasikan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) mulai melakukan uji beban Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II, kemarin
pada Pengujian beban dilakukan pada ruas KM39 yang memiliki bentang jembatan sepanjang 75 meter dengan menggunakan 16 truk berbobot masing-masing 40 ton terdiri dari uji statis dan dinamis.

“Kita sudah lakukan uji beban dinamis dan statis. Tadi yang pertama kita lihat uji dinamis, kemudian yang kedua dengan uji statis dengan jumlah dua truk bertahap hingga 16 truk. Hasilnya dari segi lendutan di tengah bentang lebih kaku dibandingkan perhitungan. Jadi secara umum untuk ruas ini sudah baik dan aman,” kata Menteri Basuki Hadimuljono, didampingi Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja, Rabu (25/9).

Uji beban, lanjutnya, akan dilanjutkan pada titik-titik yang memiliki karakteristik khusus, mulai dari panjang bentang, tipe girder, hingga ketinggian.
“Ada delapan titik dengan tipe berbeda.

Mudah-mudahan akhir Oktober 2019 akan selesai seluruh uji beban. Rencana dioperasikan November 2019. Insyaaah bisa dilakukan,” ujarnya.

Dijelaskannya, pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek menggunakan struktur baja. karakter bahan ini lebih fleksibel dari struktur beton. “Baja itu karakternya bisa diperbaiki jika ada kesalahan konstruksi,” jelasnya.
Misalnya tingkat lendutannya kurang kaku, masih bisa ditingkatkan.

Diinfokan, Uji statis sendiri dilakukan dengan cara kendaraan berat ini berhenti di tengah-tengah jalan tol untuk menguji seberapa statisnya girder .

ika hasil uji menunjukkan angka yang lebih kecil dari hasil perhitungan awal, maka berarti lendutannya lebih kaku sehingga lebih baik untuk kekuatan jembatan.

Sedangkan, uji dinamis dilakukan dengan cara kendaraan berat dijalankan pada jalan tol dengan kecepatan lambat. Uji dinamis bertujuan untuk mencari respon dinamik dengan mengukur frekuensi natural. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan frekuensi alami berdasarkan hasil perhitungan.

Melalui uji dinamis akan diketahui faktor redaman jembatan dan Dynamic Amplification Factor (DAF), yakni perbandingan antara amplitudo akibat beban dinamis dengan amplitudo akibat beban statis yang akan menunjukkan karakteristik dari jembatan tersebut.

Sementara, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, terkait tarif tol Layang Japek masih dalam tahap pembahasan apakah tarifnya akan terintegrasi dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting. Sehingga tidak membutuhkan Gerbang Tol tersendiri atau akan berbeda sehingga dibutuhkan Gerbang Tol sendiri. (oto)

About dwidjo -

Check Also

Ekonomi Digital Butuh Kerangka Hukum Persaingan Usaha 

Jakarta,Koranpelita.com Momentum pertumbuhan ekonomi dan investasi digital di Indonesia yang terjadi saat ini adalah momentum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *