TAK BOLEH SIRNA - Ketua DPR tegaskan, meski Dr Sulistiyo telah tiada, namun inti perjuangannya tidak boleh sirna hanya karena sebuah monumen. Ist

Bamsoet Resmikan Monumen Guru Indonesia di Banjarnegara

Banjarnegara, Koranpelita.com

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meresmikan Monumen Dr Sulistiyo M.Pd, tokoh pendidikan sekaligus juga pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sebagai tokoh pendidikan yang sangat peduli memperjuangkan nasib para guru, perjuangannya tidak hanya di tingkat lokal, melainkan hingga ke Senayan dalam posisinya sebagai anggota DPD RI wakil dari Jawa Tengah.

“Kesejahteraan guru adalah materi penting yang selalu diperjuangkannya. Beliau menilai, sebagai ujung tombak pendidikan, nasib guru masih kurang diperhatikan dan beliau pula yang selalu berada di baris terdepan untuk memperjuangkannya. Hal ini bisa kita lihat dari semakin meningkatnya kesejahteraan guru sekarang ini,” ujar Bambang Soesatyo yang akrab dipanggil Bamsoet itu, saat meresmikan Monumen Dr Sulistyo, di Banjarnegara, Jawa Tengah, kemarin.

Hadir dalam acara ini Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin, Ketua PGRI Jawa Tengah Widadi dan unsur Forkopimda Banjarnegara.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menilai, meski Dr Sulistiyo telah tiada dan Monumen Dr Sulistiyo telah berdiri dengan indah dan megah, namun inti perjuangannya tidak boleh sirna hanya karena telah berdiri sebuah monumen. Para guru sebagai patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa, dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik, guna menghantarkan generasi tangguh penerus bangsa mengisi pembangunan di masa yang akan datang.

“Para guru memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju. Sebagaimana dicanangkan sebagai slogan pada hari kemerdekaan RI tahun ini,” tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengingatkan semua pihak untuk bahu membahu meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa. DPR melalui pelaksanaan fungsi pengawasan, legislasi, dan anggaran akan senantiasa memperjuangkan aspirasi para guru. Demikian halnya dengan pemerintah yang perlu membangun basis sistem pendidikan nasional, metode pembelajaran dan materi kurikulum yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan kuantitas peserta didik.

“Saya percaya, semangat dan kerja kita semua tentunya akan sejalan dengan semangat Dr Sulistiyo dalam membangun Pendidikan Indonesia yang lebih maju lagi,” urai Bamsoet.

Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2024-2016 ini juga mengingatkan, sebagai bangunan yang memiliki nilai sejarah, eksistensi Monumen Dr. Sulistiyo harus benar-benar dijaga keutuhan nilai sejarah dan fisik bangunannya. Pemerintah daerah perlu menyusun kebijakan tegas terhadap ancaman fandalisme dan ancaman pembangunan fisik di sekitar monumen.

“Nilai sejarah dan fisik monumen harus tetap dipertahankan secara utuh untuk masa kini hingga masa yang akan datang. Karena pada hakekatnya, monumen ini dibangun tidak untuk bermakna simbolik semata, tetapi untuk menanamkan nilai-nilai kesejarahan yang bisa diambil suri tauladanya oleh masyarakat dan generasi penerus bangsa,” pungkas Bamsoet. (kh)

About khairul habiba

Bekerja di Harian Pelita sejak tahun 1986, mulai dari wartawan hingga redaktur politik dan terakhir sebagai redaktur senior. Sekarang sebagai Redaktur Ahli di Koranpelita.com

Check Also

Syeikh Ali Jaber Tidak Punya Musuh

Jakarta, Koranpelita.com Syeikh Ali Jaber, Ulama yang baru saja terhindar dari upaya pembunuhan di Lampung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *