Banjarmasin, Koranpelita.com
Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memusnahkan shabu seberat 5,5 kilogram dan 13.294.5 butir ekstasi serta 39 gram ganja.
Pemusnahan barang bukti dari 40 kasus dengan jumlah 64 orang tersangka itu, dilakukan langsung oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani dihadiri Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, di lobi Mapolda Kalsel, Jalan S Parman, Banjarmasin Tengah, Kamis (29/8/2019)
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, usai kegiatan menyebutkan, penanganan kasus serta penyitaan barang bukti yang dimusnahkan kali ini merupakan hasil dari penindakan yang dilakukan jajaranya dalam kurun waktu 1,5 bulan terakhir.
Melihat masih banyak kasus yang ditangani, jenderal bintang dua ini tak menampik bahwa masih banyak penyalahgunaan narkoba yang terjadi di masyarakat. “Kalau kita lihat dari barang bukti, tentu berkorelasi dengan para pengguna,” kata dia.
Menurut dia, penyalahguna ini akan terus terjadi dan selalu terulang manakala permintaan dari pengguna terus ada.
Dengan demikian, keterlibatan dari seluruh lapisan elemen dalam upaya pemberantasan penyakit ini tentunya sangat diharapkan.
“Pemberantasan tak bisa kita laksanakan secara parsial dalam satu instan. Ini perlu kerjasama kita secara holistik. Terutama adalah keikutsertaan masyarakat untuk memberikan Informasi secara sukarela jika menemukan warganya menyalahgunakan narkoba,” sebut Yazid Fanani.
Sementara, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, menegaskan, bahwa Kalsel menyatakan perang dengan narkoba. Sebab, narkoba merupakan musuh yang tak terlihat, namun nyata menghancurkan generasi bangsa.
“Narkoba musuh nyata kita saat ini. Kalau penjajahan musuh jelas. Tapi saat ini terkadang tak terlihat kadang terlihat,” tegasnya.
Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini pun tak lupa mengucapkan terimakasih atas kerja keras dari berbagai pihak, khususnya Polda Kalsel yang senantiasa memberantas penyalahgunaan narkoba tanpa lelah.
“Saya berharap menghancurkan narkoba tak hanya aparat, tapi semua harus berperan. Dari tingkat bawah bergerak. Kalau tidak ini selalu menghantui,” harap H Sahbirin Noor. ( Ipik)
www.koranpelita.com Jernih, Mencintai Indonesia