Pesiden Jokowi Minta Menterinya Turun Melihat Kekeringan di Berbagai Daerah

Jakarta, Koranpelita.com

Presiden mengatakan, kita telah berada di musim kemarau tahun 2019 yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, akan lebih kering. Puncaknya di bulan Agustus sampai September.

“Sekarang pun beberapa daerah di Indonesia sudah mengalami keadaan tanpa hujan dengan rentang waktu yang dari 21, 31, sampai 61 hari. Ini terjadi di beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT,” kata Presiden Jokpwi di akun media sosial pribadinya, Rabu (17/7/2019).

Karena itulah, saya meminta seluruh jajaran pemerintah untuk melakukan antisipasi dan mengambil langkah-langkah mitigasi terhadap dampak kekeringan ini. Para menteri, kepala lembaga, dan gubernur hendaknya turun melihat langsung ke lapangan.

“Saya meminta dilakukan pemantauan suplai air, baik air bersih maupun untuk pertanian, agar pasokan air terjaga dan risiko gagal panen bisa kita hindari. Kalau perlu kita lakukan modifikasi cuaca, dan membangun sumur-sumur bor,” ucap Jokowi.

Secara khusus, katanya, meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memantau dan mengendalikan potensi titik-titik panas yang ada. Saya berharap agar kebakaran hutan, kebakaran lahan gambut bisa kita antisipasi dan kita hindari. (esa) @JokoWidodo

About djo

Check Also

Manfaatkan Ilmu Pengetahuan Untuk Pembangunan Sektor Pertanian

Jakarta,Koranpelita.com Membangun ketahanan pangan nasional harus terus diupayakan melalui pembangunan sektor pertanian dengan memanfaatkan ilmu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *