Dua Jamaah Sakit Diberangkatkan ke Makkah

Madinah, Koranpelita.com

Dua jamaah haji sakit asal Embarkasi Surabaya kloter 01 (SUB 01) dan Batam kloter 02 (BTH 02) Senin (15/7) diberangkatkan ke Makkah dengan menggunakan Ambulans.

Itah Sri Utama, dokter di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah mengatakan bahwa kedua jamaah ini dianggap tidak sanggup untuk bersama kloternya berangkat ke Makkah dari Madinah yang memakan waktu 4-6 jam perjalanan dengan bus.

Itah mengatakan, jamaah yang dievakuasi “harus sudah stabil kondisinya” untuk bisa dievakuasi dengan ambulans ke Makkah. Selain itu, jemaah tersebut juga telah dinyatakan tertinggal oleh kloternya sebab rombongan kloter kedua jamaah tersebut telah lebih dulu berangkat ke Makkah.

Kedua jemaah SUB 01 dan BTH 02 diberangkatkan terpisah, jamaah asal Surabaya dievakuasi Senin pagi dengan ambulans karena menjalani operasi kaki. Sedangkan jemaah asal Batam dievakuasi ke Makkah pada Senin malam karena menderita penyakit paru-paru.

“Pemberangkatan (evakusi) jamaah dengan ambulans turut dikawal oleh seorang dokter dan perawat,” ujar Itah saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Senin (15/07) malam WAS.

Itah menambahkan bahwa proses evakuasi ini juga dilakukan bekerja sama dengan tim bimbingan ibadah (Bimbad) PPIH untuk memastikan jamaah memenuhi syarat dan kewajiban umrah dan haji. Sebelum diberangkatkan, jemaah dipakaikan ihram di KKHI, lalu mendapatkan bimbingan dari konsultan ibadah.

Konsultan ibadah PPIH Tulus Sastrowijoyo menjelaskan, jamaah tersebut selanjutnya tetap akan berhenti di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat.

“Di Bir Ali, petugas bimbad akan datang ke ambulans dan membimbing niat serta bacaan talbiyah, lalu langsung menuju Makkah,” kata Tulus.

Setibanya di Makkah, jemaah akan diserahkan ke KKHI dan bimbad setempat. Nantinya akan diputuskan apakah jamaah bisa melanjutkan ibadah haji sendiri atau dibadalkan.

Jika kondisinya masih belum stabil, jamaah haji yang sakit akan menjalani safari wukuf di padang Arafah. Jemaah akan diantarkan dengan ambulans ke Arafah untuk wukuf yang merupakan rukun haji.

Tulus mengatakan bahwa pembimbingan jemaah haji dalam. proses evakuasi ini merupakan salah satu upaya dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk memastikan kemabruran ibadah haji jamaah Indonesia. (djo/mch)

About dwidjo -

Check Also

SMAN 8 Jakarta Bedah Asesmen Kompetisi Minimal

Jakarta, Koranpelita.com Pandemi Covid-19 tak membuat SMAN 8 Jakarta kehilangan semangat, malah sebaliknya beragam inovasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *