Dikeluhkan Usaha Rakyat Yang Terpuruk di Kotim

Sampit, Koranpelita.com.

Amir Machmud, SE warga Sampit asal Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur ( Kotim) Provinsi Kalteng , melihat usaha rakyat di sekitar asal kampungnya seperti berkebun karet dan rotan, tetap menggeluti usaha yang ada meskipun harganya sudah lama  terpuruk.

Amir Machmud  yang juga salah seorang Ketua RT ini di Sampit mengatakan, tidak terlihat upaya yang dilakukan terhadap petani tersebut atas kesulitan yang dialaminya atas anjloknya kedua komoditas itu.

Yang terlihat petani berjuang sendiri di tengah keterpurukan usaha yang mereka geluti selama ini.

Redy Setiawan, SH, MH Kadisdagprin Kotim

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kotim dari Fraksi Partai Demokrat Parimus, SE mengatakan, ekonomi kerakyatan harus digalakkan, misalkan pertanian dalam arti luas. Sebab Kotim masih memiliki lahan yang luas untuk pengembangan di sektor ini.

Disadarinya, belum berdirinya industri hilir pabrik turunan industri kelapa sawit disini, karena belum ditunjang oleh infrastruktur di daerah ini.Tetapi dengan banyaknya investor perkebunan sawit di Kotim, maka mau tidak mau pemerintah daerah juga harus menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan bagi berdirinya pabrikasi industri hilir kelapa sawit disini.

Sementara itu Kadisdagperin Kotim Redy Setiawan, SH, MH mengatakan,dalam rapat di tingkat Provinsi Kalteng beberapa waktu yang lalu ,disepakati Gubernur bersurat ke pusat dan seluruh Bupati sudah bersurat ke Gubernur. Dimana sebagai dasar Gubernur mengusulkanke pusat agar larangan expor rotan dicabut. Upaya di level bawah soal ini sudah maksimal Kita tunggu hasil kebijakan pemerintah pusat.

Sedangkan terkait dengan pabrik rotan di Kecamatan Cempaga Kotim, dalam upaya rehab agar dapat dimanfaatkan dan dianggarkan dalam APBD-P Kotim 2019.Karena kalau tidak dimanfaatkan, gedung itu runtuh tidak terawat sejak 2010. ( Ruslan AG).

About dwidjo -

Check Also

Sesuaikan Tagline Baru, Bank Kalsel Gelar Lomba Cipta Lagu Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Banjarmasin, Koranpelita.com Di usia 56 tahun, Bank Kalsel selalu berupaya menyesuaikan diri terhadap berbagai perkembangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *