Prof Dr Bedjo Sujanto, MPd: Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggotanya

Jakarta, Koranpelita.com

Koperasi Nasional Kulon Progo Sejahtera (Kopnas KP Sejahtera) mengadakan  Halal-bihalal dan rapat pengurus di kediaman salah satu pembinanya H. Dalsiran di Jalan Bambu Duri 12 No. 56 Pondok Bambu Jakarta Timur, Sabtu 6 Juli 2019.

Ketua Dewan Pembina Kopnas KP Sejahtera Prof. Dr. Bedjo Sujanto, M.Pd. hadir bersama pembina KPDJ Dwi Marsudi.

Bedjo Sujanto mengatakan koperasi yang merupakan soko guru perekonomian rakyat Indonesia khususnya masyarakat Kulon Progo harus dapat mensejahterakan anggotanya baik perantau maupun yang mukim di KP.

Selama ini koperasi yang notabene merupakan pembangunan ekonomi rakyat yang mengutamakan gotong-royong kurang diminati masyarakat itu sendiri. Modal koperasi yang terdiri dari Simpanan Pokok (SS), Simpanan Wajib (SW) dan Simpanan Sukarela (SS) adalah modal yang dapat dihimpun dari anggotanya yang jumlahnya tak terbatas.

“Dari Simpanan Sukarela, koperasi dapat menghimpun dana yang besar sebagai modal usaha koperasi. Disinilah salah satu letak ciri khas koperasi sebagai usaha perekonomian yang bersifat gotong-royong. Karena anggota yang kuat dapat mengumpulkan dana yang lebih besar, sementara yang lemah bisa ikut menikmati sisa hasil usaha (SHU) koperasi,” paparnya.

Dwi Marsudi selaku pembina KODJ yang membina anak muda perantau di Jakarta yang saat ini telah memiliki anggota sebanyak 4.200 orang yang tersebar di Jabodetabek, berjanji akan mensosialisasikan Kopnas KP Sejahtera ini untuk dapat bersama-sama membesarkan koperasi dengan bergabung menjadi anggota.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi Marsudi juga berpesan kepada pengurus koperasi agar membangun mitra kerjasama dengan anak muda perantau dari KP untuk saling percaya.

Karena dasar kepercayaan adalah salah satu modal utama untuk terbinanya suatu kerjasama yang saling menguntungkan. Saat ini para pemuda tersebut kecuali bekerja di berbagai bidang usaha, juga banyak yang berwiraswasta.

Bidang usaha inilah yang nantinya harus mendapat perhatian lebih, seperti usaha: sablon, bordir, siuvenir, kalender bahkan Surjan yang merupakan pakaian adat khas KP.

Usaha-usaha ini perlu pembinaan yang sungguh-sunhguh agar berkembang, serta perlu suntikan modal dan pemasaran kepada para perantau dan keluarganya.

Acara yang dipimpin oleh Sekjen koperasi H. Paiyo berlangsung sejak pukul 10.00-16. 00 WIB dengan kesepakan yang bulat dari peserta yang dengan usaha sungguh-sungguh untuk mensosialisasikan di komunitas masing-masing untuk menjaring anggota sebanyak-banyaknya. (pay)

About dwidjo -

Check Also

104 Toko Online Jateng Pamerkan Produk di UKM Virtual Expo

Semarang,Koranpelita.com Sebanyak 104 toko online telah memajang produknya dalam pameran produk UMKM secara virtual bertajuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *