Komunikasi Senyap Dengan Sungai Mentaya Sampit

Oleh: Ruslan Abdul Gani

Sungai Mentaya yang mengalir jauh dari hulu ke muara , di Kabupaten Kotawaringin Timur ( Kotim) Provinsi Kalteng, menjadi saksi bisu yang memperhatikan dengan seksama, tentang harapan rakyatnya akan kesejahteraan hidup yang lebih baik dan pembangunan daerah yang lebih maju.

Karenanya pembangunan yang dilakukan, sejatinya lebih banyak menjawab kebutuhan masyarakat dan daerahnya, bukan berdasarkan keinginan dan selera semata?

Sungai Mentaya dalam diammu, banyak cerita yang kau simpan tentang kejayaan masalalu, seperti potensi emas hijau alias hutan di daerah ini, yang dibabat tak terkendali.Sehingga menyisakan kerusakan lingkungan , keterbelakangan serta kemiskinan. Sepatutnya kita belajar dari masa lalu itu, agar sumber daya alam yang berlimpah dikelola dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakatnya dan kemajuan daerah. Bukan untuk kepentingan sekelompok orang yang berorientasi pada pragmatisme.

Sungai Mentaya dalam diammu, bahwa Kotim rumah kita bersama yang harus dikelola dan dibangun dengan sebaik-baiknya , jangan ada distorsi yang menghambat upaya mensejahterakan rakyat untuk kepentingan pribadi, terlebih yang berdalih mengatasnamakan kepentingan masyarakat dan daerah. Supaya rakyat yang tinggal di rumah besar daerah ini merasa terayomi, dilindungi dan diperjuangkan kehidupannya.

Sungai Mentaya dalam diammu, ada kesedihan dan kebahagiaan yang kau rasakan. Mungkin kamu bersedih karena melihat keadaan hidup masyarakat yang sulit, seperti harga jual rotan dan karet yang yang selama ini menjadi penopang hidup petani ,anjlok. Sehingga daya beli masyarakat merosot tajam dan kesusahan-kesusahan hidup lainnya.

Sungai Mentaya dalam diammu, tentu merasa berbahagia jika kebijakan dan program pembangunan yang dilakukan itu merupakan upaya untuk meningkatkan taraf hidup rakyat , dan menjawab akan kebutuhan masyarakat agar bisa keluar dari kesulitan hidup. Seperti dari keterisolasian, keterbatasan, kemiskinan, kebutuhan sekolah dan pengajar yang lebih baik , begitu pula pelayanan kesehatan , infrastruktur dan banyak lagi yang lainnya.

Sungai Mentaya dalam diammu,banyaknya investor perkebunan di Kotim merupakan hal yang patut kita berikan apresiasi, sebab perekonomian Kotim bergerak lebih dinamis, menyedot banyak tenaga kerja , sektor riil bergeliat dan sejumlah hal positif lainnya. Tetapi seharusnya diiringi dengan hilirisasi yang mampu lebih menopang perkonomian Kotim seperti daerah lain yang lebih maju sektor industrinya.Tetapi PR yang patut menjadi perhatian, bagaimana meminimalisir sengketa lahan dan jangan membiarkan masyarat lokal hanya menjadi penonton dengan banyaknya perkebunan itu,

Sungai Mentaya dalam diammu, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan bukan tidak memikirkan dan merencanakan hilirisasi yang berbasis dari sumber daya alam yang ada seperti pertanian dan perkebunan dalam arti luas. Mungkin persoalan infrastruktur kita harus dibenahi secara maksimal supaya investor tertarik berusaha disini. Memang itu bukan persoalan mudah, karena bukan hanya menyangkut kewenangan daerah tetapi juga pemerintah provinsi dan pusat, yang tidak saja meyangkut sisi kebijakan tetapi juga bersinggungan dengan anggaran serta keberpihakan..

Sungai Mentaya dalam diammu, sebagai saksi bisu yang mengetahui bagaimana Kotim dibangun, bagaimana Kotim diberlakukan dan bagaimana pula dengan kesejahteraan masyarakatnya, tentu banyak harapan yang selama ini kau pendam dan sepatutnya diungkapkan, supaya didengar dan diperhatikan pemangku kebijakan baik di eksekutif maupun di legislatif , agar selalu amanah dalam menjalankan kepercayaan rakyat.

Sungai Mentaya dalam diammu, kehidupan yang lebih baik merupakan keinginan yang wajar dari rakyat, rumah besar Kotim yang membuat betah dan nyaman penghuninya , bukanlah tuntutan yang berlebihan. Karena Bumi Habaring Hurung rumah besar milik bersama yang sejatinya dikelola dengan memperhatikan keadaan dan nasib masyarakatnya.

Sungai Mentaya dalam diammu, menajamkan kepekaan dan memperkuat ikatan bathin dengan rakyat merupakan langkah yang bijak. Sehingga rasa tepo seliro itu akan tercermin dari bagaimana mengelola uang rakyat yang dibelanjakan melalui program pembangunan yang namanya APBD ,yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat dan memajukan pembangunan daerah. Bukan membangun kemegahan yang tak mendesak dengan berbagai argumentasi, di tengah kesulitan hidup rakyat.

Sungai Mentaya dalam diammu, sejatinya pembangunan yang dilakukan jika memang berorentasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memajukan daerah , patut kita berikan apresiasi dan didukung.

Tetapi manakala ada program pembangunan yang disinyalir bertujuan pada pendekatan proyek dengan dalih untuk kepentingan daerah dan masyarakat tentu kita kritisi. Karena di tengah anggaran terbatas masih banyak problema dan kebutuhan rakyat yang tak tersentuh.

Sungai Mentaya dalam diammu, adanya kebijakan pemeritah beberapa waktu lalu yang membuat penghasilan wakil rakyat meningkat, diharapkan akan meningkatkan kinerja mereka dan mengurangi perjalanan atau kunjungan ke luar daerah. Pertanyaannya, sudahkan kinerja wakil rakyat kita meningkat dan lebih baik? Sudahkan pula perjalanan dinas keluar daerah yang mereka lakukan selama ini jadi berkurang? Entahlah, bertanyalah dalam sunyi.

Sungai Mentaya dalam diammu, berdialog dalam senyap dan dalam ilusi seperti ini seakan hanyut terbawa arusmu, sangat menyenangkan.

Namun semua ini merupakan ungkapan dan harapan dari masyarakat Kotim akan kehidupan yang lebih baik, dan bagaimana membuat rumah besar Kotim ini penghuninya merasa nyaman tinggal di dalamnya.Tidak ada tendensi personal kepada siapapun, melainkan wujud dari partisipasi masyarakat berkontribusi dalam pembangunan untuk kepentingan publik.
Sungai Mentaya dalam diammu, banyak harapan yang tercermin dari riak-riak gelombangmu dan itu pula merupakan pengharapan kami.

Terimakasih kuucapkan kepadamu yang telah menajamkan kepekaan dan peduli terhadap akan nasib dan kehidupan masyarakat Kotim.

Kami yakin dan percaya, pemerintah daerah baik eksekutif dan legislativ bekerja keras serta bersungguh-sungguh dalam membangun daerah ini supaya kehidupan masyarakatnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. (Penulis, Pemerhati sosial dan politik, tinggal di Sampit)

About dwidjo -

Check Also

Bebaskan Pemuda dari Target Industri dan Bahaya Rokok

Jakarta, Koranpelita.com Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *