Apresiasi Tinggi untuk Pekerja Seni

 

Jakarta. Koranpelita.com

Kepeduliannya terhadap industri musik di Indonesia sudah tidak diragukan lagi terbukti sejumlah konser musik di tanah air tak luput dari perhatiannya baik sokongan finansial maupun dukungan moralnya.

Brigjen TNI Drs Akhmal Tamim Mustofa, M.Si yang kini masih aktif sebagai dewan Pembina Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI).

Dirinya merasa bangga dan sangat perhatian kepada para seniman lawas. Semisal artis serba bisa Dorce Gamalama yang masih eksis sampai sekarang.

“Saya ingin memberikan apresiasi kepada para seniman ini bahwasanya meskipun mereka sudah memasuki usia senja namun masih tetap bisa berkarya. Bagi saya ini sangat langka karena mereka para pekerja seni tetap bersemangat,” ujar Akhmad Tamim Mustofa ketika ditemui KORANPELITA.COM, disela-sela perayaan hari ulang tahun ke-44 istri tercintanya, Imelda Y. Ratuliu Tamim, bertempat di ‘Warung Rakyat Nusantara’, Cibubur,  Sabtu (12/05/2019).

Dikatakan Tamim sebenarnya yang lebih penting lagi acara ini dikemas untuk merajut kembali tali silahturahmi karena kesibukan mereka yang cukup padat tentu juga untuk lebih berkarya lagi agar industri musik Indonesia makin jaya.

“Kehadiran para artis senior lawas pada acara ulang tahun ini sangat surprise bagi saya. Dengan berkumpulnya para artis ini, bagi saya sangat penting untuk menjalin kebersamaan dimana setelah sekian tahun berpisah, di tempat inilah bisa merajut kembali kebersamaan,” imbuhnya.

Menurut Akhmad Tamim, pria yang masih aktif berdinas di Kementerian Pertahanan ini menilai, Kesenian adalah bahasa musik yang mudah dicerna dan mudah disampaikan. Apapun yang ingin disampaikan, kalau dengan musik akan lebih mudah. Dengan keberadaan Warung Rakyat Nusantara ini, mereka para seniman berharap agar mereka diberi kesempatan.

“Saya sendiri ingin melestarikan musik-musik ini disaat sebagian banyak orang melupakannya. Para Komposer kita masa lalu memiliki kemampuan luar biasa yang sangat jarang kita jumpai seperti halnya legenda masa lalu,”tuturnya.

Disinggung soal eksistensi artis dulu dan sekarang menurut Tamim rata-rata cepat naik dan cepat juga turun karena mereka menciptakan lagu tidak dengan selera hati melainkan dengan selera pasar sehingga ketika pasar berubah akhirnya hilang begitu saja.

“Seniman dulu, mereka menciptakan lagu dengan hati dan perasaan sehingga karya mereka bisa langgeng, kapanpun dan di manapun enak didengar,” terangnya.

Tampak sejumlah artis senior menyempatkan hadir dalam hari bahagia tersebut diantaranya Nia Daniaty, Paramitha Rusady, Dedi Dukun, Melshandi, Dorce Gamalama dan banyak artis lainnya. turut hadir dalam perayaan HUT tersebut. (han)

About dwidjo -

Check Also

Jadi  Penyebab Banjir, Tumpukan Sampah di Kali Jambe Bekasi Dibersihkan

Bekasi, koranpelita.com – Kali Jambe yang melintasi perbatasan Kecamatan Tambun Selatan dan Tambun Utara,Kabupaten Bekasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *