REKONSILIASI-Mayor Inf Gembong Yudo Sasongko S.Sos  berhasil  memfasilitasi reunifikasi 422 mantan kombatan di wilayah Kashege serta berhasil  mengupayakan rekonsiliasi antara komunitas lokal dengan mantan kombatan (dispenad)

Keberhasilan Tim Mayor Inf Gembong di Kongo Jadi Topik di Sidang DK PBB

Kongo, Koranpelita.com

Berkat keberhasilannya dalam memfasilitasi reunifikasi 422 mantan kombatan di wilayah Kashege, Mayor Inf Gembong Yudo Sasongko S.Sos  dijadikan sebagai  salah satu topik pembicaraan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pada saat memimpin Sidang Dewan Keamanan (DK) PBB di New York.  

Hal tersebut disampaikan Dansatgas TNI Konga XXXIX-A Kolonel Inf Dwi Sasongko melalui rilisnya di Camp Indo RDB, Kalemie, Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, Kamis (9/5).

Dansatgas menjelaskan, Mayor Gembong yang menjadi  topik pembicaraan Menlu dalam Sidang DK PBB  pada Selasa (7/5) merupakan perwira  lulusan Akmil tahun 2006 yang saat ini sedang melaksanakan tugas perdamaian dalam Kontingen Garuda RDB Monusco

“Jabatan organik (Mayor Gembong) di Korem 172, yaitu sebagai Pasiop. Sedangkan dalam Satgas ini, menjabat sebagai Kasi Intel,”ungkap Dwi Sasongko.

Ketika, (Mayor Gembong) tertua di Standing Combat Deployment (SCD), dan berhasil  memfasilitasi reunifikasi 422 mantan kombatan di wilayah Kashege serta berhasil  mengupayakan rekonsiliasi antara komunitas lokal dengan mantan kombatan, sehingga memungkinkan reunifikasi keluarga.

Dikatakan Dwi Sasongko, selain Combat Operation Base (COB) di tiga wilayah berbeda, Satgas yang dipimpinnya itu  juga menggelar enam SCD.

“SCD digelar di Mayanga, Kisonja, Lambo Katenga, Musenge, Kashege, dan Mwaka  dengan kekuatan masing-masing setara dengan satu peleton plus dan dipimpin oleh Perwira yang berpangkat Mayor ataupun Kapten,” terangnya.

Menurut Dwi Sasongko, keberhasilan dalam membangun rekonsiliasi dan reunifikasi para kombatan maupun warga lokal tidak terlepas dari keberhasilannya mereka dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi para kombatan maupun warga  komunitas lokal.

“Dengan kondisi itu, mereka (warga Kashege) memiliki harapan  serta kehidupan bermasyarakat yang normal,”tegas Dwi Sasongko.

Keberhasilannya dalam meraih hati dan simpati warga setempat itu pun mendorong para mantan Kombatan menyerahkan diri  termasuk  menyerahkan berbagai jenis senjata dan munisi  yang dipergunakan mereka.

“Dari keenam lokasi tersebut, kita dapat mengamankan 16 pucuk AK-47, 2 machine gun, 2 RPG, 1 buah granat tangan, 421 butir munisi kal 7.62 mm, 9 magasen AK-47, 319 busur dan 983 anak panah dari masyarakat, secara sukarela.Termasuk juga berhasil memfasilitasi reunifikasi 422 orang mantan kombatan ,” ucap peraih Adhi Makayasa Akmil Tahun 1998 itu.

Keberhasilan yang dicapai oleh RDB (Rapidly Deployable Battalion), lanjut Dwi Sasongko, pada dasarnya buah dari kerjasama tim yang mendapatkan dukungan penuh dari Monusco, serta kedekatan hubungan emosional antara satgas dengan warga masyarakat dan aparat pemerintah setempat.

“Untuk merebut hati dan simpati warga, kita kedepankan berbagai kegiatan Civil and Military Coordination (Cimic), atau jika di TNI kita sebut dengan Binter (Pembinaan Teritorial). Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita, ternyata  program Binter yang sering dilakukan di tanah air berhasil diterapkan di sini,” kata Dwi Sasongko.

Sebagai informasi, Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco yang telah bertugas di Kongo selama 6 bulan ini memiliki kekuatan 850 personel  gabungan TNI AD, AL dan AU, yang  di dalamnya terdapat 23 personel Wanita TNI sebagai Female Engagement Team/FET. (ay)

 

About ahmad yani

Check Also

Polres Melawi Ungkap Tindak Pidana Narkotika

Melawi, koranpelita.com  Satuan Reserse Narkoba Polres Melawi melakukan pengungkapan tindak pidana Narkotika jenis Extasi di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *