Jelang Ramadhan Pemkot Serang Gelar Bazar Murah

 

SERANG, Koranpelita.com

Bulan Suci Ramadhan kurang dari dua pekan lagi, biasanya akan ditandai dengan kenaikan harga sembako, dan imbas yang paling dirasakan adalah masyarakat menengah ke bawah yang tinggal di Kota Serang, sebagian besar mengeluhkan.

 

Melihat kondisi tersebut muncul program Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, untuk meminimalisir dan membantu meringankan beban masyarakat.

Diantaranya menggelar bazar pasar murah.

Apalagi program tersebut merupakan komitmen dan janji Pemkot Serang untuk membantu meringankan keluhan masyarakat kurang mampu.

Wakil Walikota Serang, Subadri mengatakan, bazar pasar murah menjadi salah satu solusi menekan harga sembako menjelang bulan ramadhan.

“Bazar ini bagian dari solusi menjadi cara lain untuk menekan harga sembako di Kota Serang, menjelang ramadhan akan selalu diadakan bazar murah,” kata Subadri (24/4/19) di Serang.

Menurut Subadri Kecamatam Curug menjadi yang pertama di adakan dan akan digelar di seluruh kecamatan di Kota Serang.

“Kami akan terus menggelar bazar murah diseluruh kecamatan di Kota Serang,” ujarnya.

Adapun bazar yang digelar bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan UMKM (Disperdanginkop) Kota Serang, setiap kecamatam memiliki jatah sebanyak 500 paket, per kantong sembako dihargai Rp10.000, diutamakan bagi warga yang tidak mampu.

“Tiap kecamatan sementara ini kami siapkan 500 paket, pendistribusiannya dengan cara menukarkan kupon yang telah diberikan dan membayar sebesar Rp10.000.,” kata Subadri.

Sementara satu paket sembako yang disalurkan untuk warga tidak mampu seharga Rp115.000. Pemkot Serang memploting subsidi sebesar Rp105.000.

Sudah pasti antusias masyarakat sangat tinggi dengan program itu. Apalagi kondisi menjelang bulan Ramadha.

Pemerhati Sosial Kota Serang Aep Saefudin menilai langkah pemkot perlu diapresiasi, sebab ini kepedulian yang konkret, hanya saja ke depan kuantitasnya harus ditingkatkan.

“Warga yang perlu diperhatikan itu jumlahnya sangat banyak, ini harus menjadi prioritas, karena manfaatnya benar-benar dirasakan, ke depan jumlahnya minimal untuk 1000 orang,” tegas Aep. (Roy)

About redaksi

Check Also

DPRD Kalsel Putuskan Raperda RPJPD 2025-2045 Jadi Perda, Gubernur : Jadi Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan

Banjarmasin, Koranpelita.com Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pertanyaan Keamanan *Batas waktu terlampaui. Harap selesaikan captcha sekali lagi.

Eksplorasi konten lain dari www.koranpelita.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca