Perencanan Matang, Imbangi Spirit Membangun Kepala Daerah.

PUPR Harus Imbangi Perencanan Matang, Imbangi Spirit Besar Membangun Kepala Daerah.

Banjarmasin, Koranpelita.com

Sejumlah pembangunan yang diprogramkan Dinas PUPR Provisi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2018, ternyata masih banyak menemui kendala hingga berujung tersendat, bahkan kegagalan karena tak dapat direalisasikan.

Diantaranya, dua mega proyek yaitu pembangunan sport center dan jalan bebas hambatan Banjarbaru-Batulicin sepanjang 150 kilometer yang kini masih terseok-seok penyelesaianya.

Hal itu diungkapkan anggota Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kalsel, H Fikri yang turut membahas LKPj Gubernur TA 2018.

” Kedepan kita minta dinas PU agar lebih mematangkan sisi perencanaan, untuk mengimbangi spirit membangun kepala daerah. Sehingga pelaksanaannya dapat berjalan seimbang.” ujar Fikri dihubungi Minggu (14/4/2019).

Pansus III kata dia, fokus mengevaluasi bidang infrastruktur dan pembangunan yang dilaksanakan dinas PUPR selama tahun anggaran 2018.

Berdasarkan, paparan Kepala PUPR Provinsi selama pembahasan bersama pansus, ditemui beberapa proyek strategis yang masuk dalam RPJMD, tersendat seperti rencana pembangunan sport center yang gagal, karena terkendala soal pembebasan lahan dan lainnya, kendati sudah dirintis sejak 2017 lalu.

Kemudian, proyek jalan bebas hambatan Banjarbaru-Batulicin sepanjang 150 kilometer juga memperoleh koreksi dari Kementerian PUPR pusat dalam hal ini feasibility study (FS) atau studi kelayakannya yang dinilai kurang tepat.

Menurut Kemen PUPR pusat, sebut Fikri, ada opsi lain yang seharusnya ilaksanakan Kalsel, yaitu melebarkan ruas jalan yang sudah ada, tanpa harus membangun jalan tol yang berbiaya mahal perkilometer sebesar 10 miliar rupiah. Jika panjang jalan tol yang dibangun 150 kilometer maka bakal menyedot dana 12 hingga 15 triliun rupiah dan tak mungkin dapat dibiayai oleh pemerintah provinsi.

Anggota Komisi III membidangi, infrastruktur, pembangunan, dan ESDM ini meminta agar pada tahun ke empat pemerintah H Sahbirin Noor-Rudy Resnawan melalui PUPR dapat lebih mematangkan lagi sisi perencanaan yang lebih realistis baik untuk membangun maupun program yang bersentuhan langsung dengan rakyat, sebab, jika dilihat spirit membangun yang besar, tapi tidak disertai perencanaan yang matang.

” Jadi ini salahsatu rekomendasi yang akan kita sampaikan, yaitu perencanaan pembangunn yang lebih matang,” pungkas ketua Fraksi Demokrat di DPRD Kalsel ini.

Sebelumnya, Kepal Dinas PUPR Provinsi Kalsel. Roy Rizali Anwar, menyatakan, jalan hambatan Banjarbaru-Batulicin, terus digenjot.

Di 2019 inipula diruas jalan tersebut direncanakan akan membangun empat unit jembatan panjang dengan dana APBD sebesar 70 miliar rupiah serta pembangunan box culvert.

“ Kita harapkan tahun 2020 jalan bebas hambatan ini bisa fungsional dulu, dan sisa jembatan yang belum tersambung akan kita bangun di awal tahun 2020, meskipun ada badan jalan yang masih pengerasan tapi sudah terhubung” kata dia.

Sementara ini pendanaan masih disandang APBD daerah, dan nantinya setelah statusnya ditingkatkan menjadi jalan nasional maka akan dibiayai APBN. Begitu pula untuk sport center, tetap akan berlanjut, hanya saja masih menunggu rampungnya proses lahan yang akan digunakan.(pik)

About dwidjo -

Check Also

Sekretaris SMSI Riau Wafat, Seluruh Pengurus Berduka

Pekanbaru, Koranpelita.com Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Mohammad …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *