LATIHAN FASTROPING-Latihan fastroping yang dipusatkan di Markas Batalyon Mekanis 201/Jaya Yudha Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, kemarin.(pendam jaya)

Latihan Fastroping, Kodam Jaya Siap Amankan Pemilu 2019 dari Aksi Terorisme

 

Jakarta, Koranpelita.com

Tugas Pokok TNI sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi segenap bangsa Indonesia.

Salah satu bagian dari tugas tersebut adalah tugas perbantuan kepada pemerintah daerah dan Polri dalam menangani kerusuhan sosial yang terjadi, termasuk tugas pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019.

Dalam hal ini, Kodam Jaya berkomitmen mengawal kelancaran dan keamanan Pesta Demokrasi yang akan berlangsung serentak di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Ibukota Negara pada 17 April 2019 tersebut dengan menyiapkan personel dan alutsistanya.

Dari kesiapan personel, salah satu latihan yang dilakukan berupa latihan fastroping yang dipusatkan di Markas Batalyon Mekanis 201/Jaya Yudha Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, kemarin.

Latihan ini diikuti sebanyak 80 prajurit  dari jajaran Brigade Infanteri Mekanis 1 Pengaman Ibu Kota/Jaya Sakti (Brigif Mekanis 1 PIK/JS) yang menunjukan keterampilannya melakukan Fastroping atau teknik meluncur dari helikopter pada ketinggian tertentu dengan menggunakan tali sebagai medianya, disebabkan helikopter dalam situasi yang diperanggapkan tidak mampu melakukan pendaratan.

Puluhan prajurit ini diberikan sejumlah materi agar memiliki kecepatan bergerak mulai dari pemuatan ke dalam helikopter, pemindahan udara, keluar dari helikopter dan dilanjutkan dengan aksi di daerah sasaran.

Latihan tersebut sebagai bentuk kesiapsiagaan Kodam Jaya menghadapi segala kemungkinan timbulnya bentuk ancaman dan gangguan pada Pemilu 2019, sehingga  mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat.

Menurut Koordinator Latihan Fastroping Lettu Inf Jatmiko, helikopter membawa delapan orang prajurit berseragam khas dan bersenjata lengkap.Mereka secara bersamaan turun ke darat dari helikopter dengan menggunakan dua tali yang ujungnya dikaitkan di badan helikopter.

Selanjutnya para prajurit melakukan turun dengan tali bertumpu pada kekuatan genggaman tangan dan jepitan kaki sampai mendarat, dilanjutkan dengan aksi merebut sasaran atau tempat yang diperkirakan menjadi lokasi penyanderaan.(ay)

 

 

About ahmad yani

Check Also

113 Anggota Polri Dipecat Sepanjang Tahun 2020

Jakarta,  koranpelita.com Sebanyak 113 anggota Polri dipecat dari keanggotaan Bhayangkara akibat terlibat berbagai pelanggaran berat. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *