Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Subang AKBP M. Joni meninjau langsung lokasi banjir di Pantura Subang sekaligus memberikan bantuan Sembako dan tim medis.

Masyarakat Pantura Apresiasi Langkah Cepat Kapolres Tinjau Banjir, Kecewa Bupati yang Tak Kunjung Datang.

Subang, Koranpelita.com – Kunjungan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Subang, AKBP Muhamand Joni beserta jajarannya ke korban banjir di Kecamatan Ciasem Subang, mendapatkan apresiasi dari masyarakat Pantai Utara (Pantura) Subang. Ade Saepuloh salah seorang tokoh masyarakat Pantura Subang kepada Koranpelita.com, Selasa (9/4/2019) mengatakan dirinya atas nama masyarakat Pantura Subang, sangat mengapresiasi Kapolres Subang beserta jajarannya yang langsung terjun ke lokasi banjir.

“Bukan itu saja, Kapolres Subang dan jajaran juga memberikan bantuan Sembako dan tim medis. Sebagai masyarakat Pantura Subang, kami ucapkan banyak terimakasih kepada bapak Kapolres dan jajaran yang telah begitu cepat respon dan kepeduliannya, walaupun ini bukan bagiannya, tapi sudah peduli turun, ” ujar Ade Saepuloh.

Masih menurut Ade Saepuloh, Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni yang datang beserta jajarannya tiba di lokasi banjir di Desa Dukuh Kecamatan Ciasem sekitar pukul 10.00 WIB itu langsung terjun melihat lokasi banjir dan bahkan melihat langsung sumber luapan air yaitu di titik temu antara sungai ciasem dan sungai cijengkol.
Namun, Ade Saepuloh juga mengaku sedikit kesal karena hingga saat ini, Bupati Subang Haji Ruhimat belum juga datang ke lokasi dan warga terdampak banjir yang berada di pengungsian.

” Ironis terhadap bupati Subang yang konon katanya mempunyai jargon Jawara. Dari kemarin hingga saat ini tidak turun langsung melihat para korban banjir. Ada apa dengan bupati, ” ujar Ade Saepuloh setengah bertanya.
Dengan belum datangnya bupati ke lokasi, Ade Saepuloh jadi bertanya tanya, apakah bupati tidak peduli dengan korban banjir, yang juga masih warga Kabupaten Subang. Kondisi ini, sangat berbeda dengan ketika dulu belum menjadi bupati, dimana setiap terjadi banjir, bupati selalu datang.

” Tapi sekarang, setelah jadi bupati, tidak ada, ” tegas Ade Saepuloh.

Sementara, kehadiran bupati menurut Ade Saepuloh sangat diperlukan para korban banjir, karena dengan hadirnya bupati dapat membuat para korban banjir menjadi senang dan minimalnya bisa mengobati rasa duka.

“Yang terpenting lagi, dengan datangnya bupati, mencari solusi agar kedepan musibah banjir ini tidak terulang. Ingat, walau bagaimanapun ini sudah menjadi kewajiban bupati, ” tambah Ade Saepuloh.

Untuk diketahui, saat ini banjir sedang merendam lima desa di Kecamatan Ciasem yaitu Desa Dukuh, Desa Ciasem Tengah, Desa Ciasem Hilir, Desa Jatibaru dan Desa Sukamandi Jaya, dengan ketuinggian air bervariasi antara 70 – 150 centimeter.

Banjir yang diakibatkan meluap dan jebolnya tanggul sungai Ciasem ini juga merendam sekitar 1.150 rumah dan 500 hektar lahan sawah. (M. Suparman)

About maman suparman

100 persen asli Subang

Check Also

Lima kali Opini WTP, Pemkab Serang Raih Penghargaan dari Kemenkeu

Serang, Koran Pelita.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dapat piagam penghargaan tropi atau plakat dari Kementrian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *