FOTO BERSAMA – Capres 02, Prabowo Subianto foto bersama dengan Sri Sultan HB X yang didamping istrinya GKR Hemas. Sementara Prabowo didampingi Ketua BPN Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Wakil Ketua BPN Rachmawati Soekarnopoetri, dan Titiek Soeharto. Ist

Sebelum Kampanye Akbar, Sri Sultan Minta Prabowo Jaga NKRI

Yogyakarta, Koranpelita.com

Gubernur Daerah Istimewa  Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara khusus berpesan kepada Capres Prabowo Subianto untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika, jika kelak terpilih menjadi Presiden RI.

Pesan itu disampaikan Sri Sultan HB X ketika bertemu dengan Prabowo Subianto di Bangsal Kepatihan, Kantor Gubernur DIY Senin Siang (8/4) sebelum melakukan Kampanye Akbar. Pertemuan tersebut merupakan inisiatif dari Prabowo.

“Saya hari ini akan berkampanye di Yogyakarta. Jadi saya sowan dan sekaligus kulonuwun kepada Ngarso Dalem Sri Sultan,” ujar Prabowo kepada wartawan.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu Sri Sultan ditemani oleh istrinya GKR Hemas. Sementara Prabowo didampingi oleh Ketua BPN Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Wakil Ketua BPN Rachmawati Soekarnopoetri, dan Titiek Soeharto.

Di luar pentingnya menjaga NKRI dan Pancasila, Sri Sultan juga meminta agar Prabowo membentuk pemerintahan yang efektif dan dapat mengembalikan kejayaan Indonesia.

Pertemuan antara Sri Sultan dengan rombongan Prabowo berlangsung dalam suasana yang sangat santai dan penuh guyon. Wajah Prabowo terlihat berseri-seri ketika keluar ruangan.

Setelah pertemuan dengan Sri Sultan, Prabowo menuju Stadion Kridosono, tempat kampanye digelar. Ribuan massa sudah memadani arena kampanye. Dalam kampanyenya, Prabowo mengatakan bahwa banyak BUMN dirampok seperti Garuda, Pertamina dan PLN.

“Saudara-saudara sekalian, BUMN-BUMN kebanggaan kita, BUMN-BUMN milik rakyat kebanggaan kita, Garuda, Pertamina, PLN, semua dirampok,” ucap Prabowo dalam orasinya.

Kampanye terbuka itu dihadiri sejumlah tokoh, salah satunya politikus senior PAN Amien Rais. Prabowo mengatakan, pasti akan ada pihak-pihak yang akan menanyakan apa yang dia sampaikan itu. “Mana buktinya, mana buktinya.”

“Kalau ada yang menanya seperti maka akan saya jawab. Bung, bung. Buktinya ada segudang ada di BPK. BPK mengumumkan ada ribuan, belasan ribu temuan. Tetapi tidak ada tindak lanjutnya,” ujar Prabowo.

Mantan Danjen Kopasus ini mengaku muak terhadap perbuatan elite-elite di Jakarta. Menurutnya, banyak elite di Jakarta yang suka membohongi rakyat. Tak hanya itu, Prabowo juga menuding elite di Jakarta jahat.

“Saya muak, muak dengan ulah-ulah elite yang jahat di Jakarta itu, muak. Selalu bohong, selalu bohong, bohong, bohong. Bohong kepada rakyat,” tuturnya.

Dalam orasinya Prabowo juga menyinggung adanya media televisi yang suka menunggu dirinya salah berbicara. Prabowo mengklaim dirinya tak pernah salah berbicara dalam setiap orasinya.

“Itu (jurnalis) TV datang ke sini itu tahu nggak, bukan untuk meliput. Tetapi untuk menunggu saya salah bicara. Saya tidak takut! Karena saya tidak salah bicara. Saya bicara apa yang ada di hati saya,” tutupnya.

Puluhan ribu massa pendukung paslon 02 Prabowo – Sandi memadati lokasi kampanye akbar itu. Dari atribut yang dipakai, massa berasal dari berbagai elemen. Warna-warni bendera berkibar di antara kerumunan massa, seperti bendera merah putih, bendera partai Gerindra, PKS, Demokrat, Berkarya, PAN.

Bahklan, tidak hanya bendera koalisi partai pendukung Prabowo-Sandi saja, tetapi juga ada bendera-bendera ormas, di antaranya bendera Front Pembela Islam (FPI), Bahkan ada juga bendera Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), organisasi sayap dari PPP. (kh)

About dwidjo -

Check Also

Syahrul Yasin Limpo: UU CK Menata Ulang Kewenangan Daerah

Jakarta, Koranpelita.com Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa Undang-undang Cipta Kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *