KETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di dampingi Sekjen Hasto Kristiyanto saat mengunjungi Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (4/4). Ist

Kontemplasi Politik Lingkungan PDI Perjuangan Patut Dicontoh

Kuningan, Koranpelita.com

Politik bukanlah sebatas pertarungan dalam Pemilu maupun Pilpres yang sedang hangat menjelang hari pencoblosan yang makin dekat. Tetapi, politik dalam berbagai literatur, adalah merupakan seni memperoleh kekuasaan melalui cara-cara yang demokratis.

Seni berpolitik juga bisa membumi, melalui berkebun dan bercocok tanam. Berangkat dari pemikiran itulah terlihat, bagaimana Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputeri menjalankan aktivitas politiknya yang tidak hanya konsisten membangun tradisi politik demokratis yang menghormati hokum, tetapi juga melalui tanaman.

Dalam kunjungan ke Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (4/4), Megawati mengungkap rahasia mengapa politik itu menarik, penuh seni kehidupan, dan bertanggungjawab pada lingkungan, masa depan bangsa dan negara.

“Sejak kecil saya gemar terhadap tanaman, demikian halnya Bapak saya, Bung Karno. Hijaunya Padang Arafah, Arab Saudi, tidak terlepas dari perhatian besar Bung Karno yang begitu bangga pada kekayaan flora dan fauna Indonesia Raya,” ungkap Megawati.

Atas pengaruh Ayahandanya itu, Megawati pun menanamkan rasa cinta terhadap tanaman kepada masyarakat Indonesia. “Melalui Kader PDI Perjuangan, saya tanamkan kultur mencintai bumi dan penghidupan melalui tanaman”, ujar Megawati di Kebun Raya Kuningan.

Agar ‘politik lingkungan PDI Perjuangan’ dapat membumi dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, lanjut Megawati, maka dia perintahkan kepada setiap Kepala Daerah dari PDI Perjuangan untuk bangun kebun raya di daerahnya masing-masing.

“Saya memilki koleksi tanaman, mulai dari tanaman untuk keperluan obat-obatan, angrek, bambu dari seluruh pelosok nusantara, dan koleksi umbi-umbian, hingga tanaman keras. Bahkan juga berbagai koleksi tanaman dari luar negeri, seperti Bunga Sakura dari Jepang,” kata dia.

Sebagai pribadi yang sangat mencintai lingkungan, Megawati mengharapkan budidaya tumbuh-tumbuhan endemik Indonesia dan luar harus negeri diteliti dengan baik. Itu penting, meski anggaran penelitian masih sangat kecil.

Dikatakannya, masalah anggaran dapat diakali melalui pengusaha untuk membuat perkebunan dengan memberikan kebebeasan menggunakan namanya di lahan perkebunan itu. ” Rumah Anggrek Bogor itu dari kami,” ujar Megawati

Mulai Membumi

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang melihat secara langsung kontemplasi politik Megawati itu melalui hobi bercocok tanam, menambahkan, PDI Perjuangan semakin sadar bagaimana politik itu membumi, menyentuh hal yang elementer terkait dengan cabai, sayur-sayuran, dan komitmen melestarikan bumi.

“Di Partai kami, apa yang menjadi hobi Ibu Megawati terkait tanaman, bumbu2an, dan mencintai kuliner nusantara, kami jadikan sebagai kultur organisasi kepartaian. Bicara tentang tanaman, sumber makanan, daya cita rasa bumbu nusantara, juga berbicara tentang kebudayaan Indonesia.

Hasto Kristiyanto mengungkapkan, Ibu Megawati sangat prihatin, mengapa perhatian anak-anak muda di bidang pertanian sangat kurang. Padahal, sektor pertanian sangat menjanjikan penghidupan yang layak, selama dilakukan dengan totalitas dan penuh keahlian.

Pemerintahan Pak Jokowi ke depan akan semakin memberikan perhatian yang begitu besar pada SDM dan kegiatan penelitian hulu ke hilir, dari penelitian benih unggul, kultur jaringan, hingga penanaman, proses produksi pasca panen, pengolahan produk dan pemasaran.

“Jadi, Politik Kontemplasi PDIP dibangun dengan tradisi menanam, politik cinta lingkungan, investasi masa depan. Kesemuanya membangun tradisi politik penyegaran diri melalui kontemplasi,” ujarnya. (kh)

About dwidjo -

Check Also

Hayono Isman: Undangkan Secepatnya UU CK

Jakarta, Koranpelita.com Sekretaris Dewan Pakar Partai Nasdem Hayono Isman mengusulkan agar Pemerintah segera mengundangkan Undang-undang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *