Toko Kue Malang
Toko Kue Malang

Rekomendasi Wisata ke Malang Tetap Seru dan Berkesan

BISA jadi mayoritas orang sudah tahu Kota Malang dan Batu merupakan salah satu kawasan wisata paling populer di Jawa Timur. Meski begitu tetap saja masih banyak yang bingung menyusun rencana jalan-jalan ke sana, karena saking melimpahnya pilihan destinasi dan tempat menginap.

Rasanya waktu dua hari kurang untuk mendapat petualangan seru di Malang. Nah, kali ini IDN Times berbagi pengalaman sekaligus rekomendasi beberapa wisata baru. Tak perlu mengajukan cuti, kami mengunjunginya dalam waktu dua hari satu malam, artinya bisa kamu lakukan saat akhir pekan.

Perjalanan ke Kota Malang sebenarnya bisa ditempuh menggunakan berbagai jenis kendaraan, mulai dari motor, mobil pribadi, sampai transportasi umum, seperti bus dan kereta api. Waktu tempuhnya pun berbeda-beda, tapi rata-rata butuh waktu sekitar 2-3 jam, tergantung arus lalu lintas.

Kalau high season atau hari libur mungkin bisa satu jam lebih lama. Nah, kalau lagi padat atau macet, apalagi jelang weekend, yang paling merana jelas mobil, motor, atau bus.

Jadi supaya bebas macet dan tetap nyaman di perjalanan, kamu bisa menggunakan kereta api sebagai kendaraan alternatif, seperti yang kami pilih. Kami berangkat dari Surabaya pukul 06.20 menggunakan kereta eksekutif Bima seharga Rp60 ribu.

Perjalanan memakan waktu dua jam dan tiba di Stasiun Malang sekitar pukul 08.15. Gak perlu galau soal mobilitas selama di Malang, karena jangkauan layanan sharing ride seperti Go-Jek dan Grab sudah cukup luas. Tapi kamu bisa juga menyewa kendaraan seperti mobil atau motor dengan tarif harian.

By the way, di seberang stasiun ada semacam pujasera dengan banyak pilihan warung makan. Tempatnya juga lumayan nyaman buat istirahat sebentar sambil sarapan. Sekitar jam 09.30 kami langsung menuju destinasi pertama.

Kalau Surabaya punya Zangrandi, Malang punya restoran dan toko es krim legendaris bernama Toko Oen yang sama-sama beroperasi sejak tahun 1930 silam. Jarak dari stasiun cuma 2,2 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10 menit menggunakan mobil. Kalau kamu naik Go-Car atau GrabCar, biayanya sekitar Rp13 ribu sekali jalan.

Toko Oen ini termasuk salah satu tempat yang wajib dikunjungi turis saat melancong ke Malang. Pendatangnya kebanyakan bukan orang lokal, tapi justru dari luar pulau hingga luar negeri. Karena gak sekadar tempat makan, toko ini menjadi tempat wisata sekaligus cagar budaya.

Nah, selayaknya restoran, Toko Oen menyajikan berbagai jenis menu, mulai dari makanan Indonesia, Western, oriental cuisine, aneka sup, hingga dessert. Namun, mereka paling dikenal dengan olahan es krim yang katanya menggunakan resep kuno dan sama sekali tak berubah sejak zaman Belanda.

Aneka es krim di sana dibanderol mulai harga Rp25-60 ribu yang terdiri dari empat kategori. Di antaranya Basic, Fancy Sundae, Ice Cream Sodas, dan Milkshake.

Selain es krim, terdapat berbagai produk bakery yang tertata rapi di sudut toko. Semuanya fresh from the oven, karena dibuat saat itu juga dan tidak dibiarkan menginap untuk hari esok. Semua makanan, termasuk es krim, di sana dibuat tanpa bahan pengawet.

Setelah kenyang dan puas nongkrong sampai pukul 11.20, kini waktunya membakar sedikit kalori dengan jalan-jalan di area Kampoeng Heritage Kajoetangan (Kayutangan).

Jaraknya cuma sekitar 300 meter dari Toko Oen, cuma perlu jalan santai sekitar empat menit. Tiket masuknya hanya Rp5.000, kamu bisa puas eksplor dan foto-foto di kampung lawas ini. Kamu juga akan mendapat selembar peta wisata, stiker, dan kartu pos bergaya vintage. (idtimes/esa)

 

About djo

Check Also

Bebaskan Pemuda dari Target Industri dan Bahaya Rokok

Jakarta, Koranpelita.com Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *