Mika Panjaitan Cintai Dunia Pendidikan

Perjuangkan Anggaran Pendidikan Bimbel Gratis Untuk Anak Kurang Mampu”

Jakarta, Koranpelita.com

Kecintaannya pada dunia pendidikan sudah tertanam sejak mahasiswa sampai sekarang.Terbukti dari berdirinya bimbingan belajar yang sudah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Mika Panjaitan dikenal sebagai seorang intelektual, pakar, dan pemerhati pendidikan. Kecakapannya itu lahir dari pengabdian panjang sebagai guru di sekolah formal dan di lembaga pendidikan nonformal. Berbekal pengalaman itu, memahami betul seluk beluk permasalahan pendidikan di kalangan generasi muda, ia semakin komit memperjuangkan nasib pendidikan anak bangsa dikalangan anak yg kurang mampu.

Adalah Ir. Mika Panjaitan, pendiri dan Direktur Utama Quantum Institute (QUIN), QUIN Education-Sekolah Cloud, dan Cerdas Merah Putih (CMP). Ketiga lembaga ini memfokuskan kegiatannya pada pendidikan nonformal yaitu bimbingan belajar, pelatihan guru, serta kampanye pendidikan bermutu dan berkarakter.

Pria kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara, 2 Januari 1967, ini menghabiskan lebih dari separuh usianya di bimbingan belajar. Aktif mengajar di bimbingan belajar saat masih duduk di semester pertama Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), setamat kuliah ia tetap menekuni dunia bimbel di Jakarta, mulai dari seorang pengajar biasa, menjadi manajer di salah satu bimbel ternama di Jakarta, sebagai Ketua Ikatan Pengajar Bimbingan Belajar Indonesia, kemudian mendirikan Quantum Institute (QUIN) pada tahun 2000.

QUIN pada saat ini dikenal sebagai salah satu bimbel terkemuka di Indonesia.
​Berdirinya QUIN menjadi pusat perhatian karena menerapkan “keterampilan super dalam belajar”.

Metode ini menempatkan siswa sebagai pembelajar yang aktif, mandiri, antusias, dan mementingkan aktivitas. Siswa diajarkan konsep “belajar cara belajar”. Dalam proses pembelajaran teknik yang dipakai adalah mind mapping (peta pikiran) ditopang orkestrasi lingkungan; sehingga belajar berlangsung dalam suasana yang penuh gairah dan sangat menyenangkan.

Terbukti efektif, metode yang diterapkan QUIN kemudian diikuti oleh banyak bimbel yang sudah ada sebelumnya maupun yang sesudahnya.

Dikatakan Mika, permasalahan belajar siswa adalah motivasi belajar yang kurang serta minimnya informasi mengenai teknik-teknik belajar yang baik dan efektif. Pemberian motivasi dan penanaman kepercayaan diri pada setiap anak akan mendorong mereka untuk lebih giat belajar dan berusaha, karena Mika percaya bahwa setiap anak bisa meraih impiannya.

​Metode tersebut ––yang kemudian dikenal dengan QUIN Method–– tidak terlepas dari arus gerakan paralel pada akhir abad ke-20 dalam revolusi belajar oleh Bobby DePorter, sang pionir Quantum Learning dan Quantum Teaching. Model ini kemudian dikembangkan lagi dengan mengacu pada prinsip -prinsip ilmu kognitif modern melalui penelitian mengenai otak dan kecerdasan.

​Tantangan perubahan zaman, yaitu berkembangnya teknologi informasi dan jaringan mendorong Mika mendirikan QUIN Education-Sekolah Cloud pada tahun 2010.

Berbasis IT, lembaga ini memfokuskan kegiatannya pada pelatihan siswa dan kalangan guru, sekaligus membawa Mika menjadi tutor dan motivator dalam seminar dan pelatihan E-Learning di berbagai daerah di Indonesia.

​Pada tahun 2012 Mika mendirikan Cerdas Merah Putih (CMP). Inilah lembaga nirlaba yang menegaskan kepedulian Mika terhadap nasib siswa dari keluarga kurang mampu di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan di mana seluruh aktivitas Mika berpusat di wilayah tersebut. Secara rutin, Mika mengerahkan guru-guru terbaiknya melayani siswa SD, SMP, dan SMA dalam program bimbingan belajar dan try out gratis.

​“Mereka adalah anak-anak bangsa yang kehilangan kesempatan mengikuti les dan bimbingan belajar karena alasan tidak mampu secara ekonomi. Sekolah gratis dan guru-guru bersertifikasi saja tidak cukup. Mereka harus diberi motivasi agar tidak apatis dan malas belajar. Semangat mereka mesti dibangkitkan. Peluang mereka untuk menjadi yang terbaik harus terbuka lebar,” ujar Ir. Mika Panjaitan Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil VII No Urut 8 ketika berbincang -bincang mengenai sekilas program CMP yang menjadi Jakarta Selatan sebagai Pilot Project, Kepada KORANPELITA.COM, Selasa (02/04/2019) di Jakarta.

​Menurut Mika sejak digulirkan, program belajar yang diselenggarakan CMP mendapat simpati karena berhasil meningkatkan prestasi dan semangat belajar anak-anak di Jakarta Selatan. Harapannya, program tersebut juga akan menyentuh wilayah lainnya di Jakarta dan sudah barang tentu masyarakat Jakarta Selatan turut berjasa untuk keberlanjutan program tersebut.

“​Untuk memberikan pengajaran terbaik kepada para siswa, guru perlu di bekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang selalu up to date untuk diteruskan kepada para siswa. Sebagai motivator dan pelatih guru, Mika bersama CMP memberikan pelatihan mengajar kepada ribuan guru di Indonesia; disebut, “belajar cara mengajar”,”terangnya.

Terkait permasalahan pendidikan anak kurang mampu tambah Mika, CMP senantiasa mengkampanyekan pentingnya dukungan keluarga terhadap pendidikan anak.

“Anak Indonesia kedepannya harus berprestasi dan membangun negerinya untuk masa depannya,” imbuhnya.

Disinggung mengapa pilih PDIP sebagai labuan berpolitiknya​, Mika menjawab dengan penuh diplomasi menurutnya sejak 2011 bergabung dengan PDI Perjuangan.Pasalnya bisa untuk beraktualitas di panggung politik karena partai tersebut sangat peduli kepada wong cilik.

“Sangat menjungjung tinggi demokrasi dan nasionalisme, memegang teguh Pancasila, kebhinekaan, dan keutuhan NKRI, berdaulat di bidang politik, ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, serta menghendaki kemakmuran dan keadilan,” ungkap Mika yang juga mengaku pengagum Gandhi dan Bung Karno ini.

Dikatakan Mika hasrat politiknya muncul dalam dirinya sejak masih mahasiswa. Dengan terjun ke dunia politik, bagi Mika adalah bagian dari impian besarnya memajukan pendidikan bagi anak-anak bangsa.

Dipercaya sebagai Ketua Bidang Pelajar dari Departemen Pemuda Olah Raga, di PDIP DKI Jakarta karena sesuai dengan latar belakang profesinya lebih dari 25 tahun sebagai pengajar; serta totalitas dan komitmennya yang kuat dalam memajukan dunia pendidikan. Berkat pengalamannya di dunia bimbel, DPP PDI-P mempercayakan Mika sebagai Ketua Panitia Try Out Nasional Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016. Kegiatan yang diselenggarakan serentak di Indonesia dan diikuti 185.844 siswa mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia.

Penghargaan tersebut diterima langsung Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri.

Tak pelak hal ini me dorong Mika maju di Pemilu Legislatif 2019 dari PDI-P sebagai Calon Anggota DPRD DKI Jakarta dari Dapil VII Jakarta Selatan, dengan nomor urut 8. Dapil ini mencakup Kecamatan Cilandak, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Pesanggrahan, dan Setia Budi.

​Apabila dipercaya duduk di legislatif, maka inilah momen emas bagi Mika untuk meningkatkan pengabdiannya di dunia pendidikan. Ia menyadari, aktivitas CMP selama ini sangat terbatas menyentuh seluruh wilayah Jakarta Selatan karena berada di luar sistem dan itu akan jauh lebih efektif apabila dilakukan melalui jalur legislatif.

“Saya melihat langsung permasalahan pendidikan di Jakarta Selatan. Anak-anak sekolah terutama dari kalangan kurang mampu butuh pendampingan agar mereka kelak tumbuh sebagai pribadi-pribadi yang unggul dalam segala hal. Saya yakin di antara mereka akan muncul tokoh seperti Presiden Joko Widodo dan pemimpin-pemimpin besar lainnya,” tegasnya.

Menurut ​Mika semangatnya yang berkobar ikut berkompetisi di Pemilu Legislatif 2019 juga adalah atas dorongan masyarakat Jakarta Selatan terutama mereka yang menerima manfaat dari aktivitas QUIN, QUIN Education-Sekolah Cloud, dan CMP. Dalam hal ini, ia tetap mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Jakarta Selatan untuk memilihnya di Pemilu Legislatif nanti.

​“Saya akan melakukan yang terbaik bagi masyarakat Jakarta Selatan. Saya dekat dan sangat memahami mereka. Anak-anak mereka juga adalah anak-anak saya,” urainya.

Lebih lanjut Mika mengatakan motivasi mendirikan bimbingan belajar adalah agar anak yang kurang mampu bisa masuk SMP dan SMA negeri yang sekarang ini didominasi oleh anak orang kaya.Terlebih bila saya berhasil duduk di kebon sirih 100 hari program kerjanya adalah membebaskan biaya bimbel gratis.

“Memperjuangkan anggaran untuk anak yang kurang mampu agar bisa bimbel gratis disetiap kelurahannya dan mengawal anggaran pendidikan agar tepat sasaran khususnya peningkatan SDM guru dan siswa yang kurang mampu,” tandasnya.(han)

BIODATA Ir. MIKA PANJAITAN
Tempat/tanggal lahir​:​Pematang Siantar 2 Januari 1967
Ayah/Ibu​: ​B. Panjaitan SH (Alm)/E. Br. Siagian,
Istri​:​Christine br. Siagian,
Anak​: ​Hana Cecilia Panjaitan, Nicolas Panjaitan, Grimonia Panjaitan

Pendidikan:
– SD HKBP Pematang Siantar (1979)
– SMP Negeri 5 Pematang Siantar (1982)
– SMA Negeri 5 Medan (1985)
– Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (1990)
Pengalaman Kerja:
– BT/BS Nukleus Medan (1986)
– BT/BS Mitra Medan (1988)
– BT/BS Bioteknik Medan (1992)
– Bimbel Teknos Jakarta (1992-1994)
– Bimbel SSC Jakarta (1994-1995)
– Mitsubishi Motor Corporation (1997)
– Lab School Rawamangun (1997-2000)
– Pendiri/Dirut Quantum Institute QUIN (2000-sekarang)
– Pendiri QUIN Education Indonesia – Sekolah Cloud (2010-sekarang)
– Pendiri Cerdas Merah Putih (2012-sekarang)
– Penulis Buku “Kimia Untuk SMA”
– Penulis buku “Menjadi Guru yang Luar Biasa”
Pengalaman Organisasi:
– Ketua Ikatan Pengajar Bimbingan Belajar se-Indonesia (1997)
– Ketua Bidang Pendidikan Panjaitan se-Jabodetabek (2010-2013)
– Ketua Departemen Pelajar dan Mahasiswa PDI Perjuangan DKI Jakarta (2011-2016)
-Ketua Ranting Gandaria Selatan PDI Perjuangan (2017- Sekarang)
– Komite DPP PDI Perjuangan (2015- Sekarang)

About dwidjo -

Check Also

Perpusnas Gandeng Politeknik STIA LAN Kembangkan Sumber Daya Perpustakaan

Jakarta,Koranpelita.com Perpustakaan Nasional(Perpusnas) menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik STIA LAN Jakarta mengenai pengembangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *