KHITANAN MASSA-Satgas Yonif 711/Rks menggelar kegiatan bakti sosial, khitanan massal gratis di Negeri Latu yang diawali dengan acara tahlilan.(dispenad)

Latu-Hualoy, Katong Samua Basudara

Ambon, Koranpelita.com

Sebagai bagian dari proses rekonsiliasi konflik antara Negeri Latu-Hualoy, Satgas Yonif 711/Rks kembali menggelar kegiatan bakti sosial, khitanan massal gratis di Negeri Latu, sekaligus menanamkan kembali nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan.

Tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 711/Rks, Letkol Inf Fanny Pantauw, M.Tr.Han.,M.I.Pol., dalam rilis tertulisnya, di Ambon, Senin (1/4).

Dansatgas, Satgas Yonif 711/Rks pasca konflik telah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka rekonsiliasi damai seperti pengobatan gratis, trauma healing (pemulihan trauma) kepada anak-anak yang terdampak dari konflik tersebut serta memberikan hal-hal positif seperti pelatihan kesenian Marawis kepada para pemuda kedua negeri.

“Kali ini kembali dilaksanakan khitanan massal pada Minggu (31/3), sebagai wujud kepedulian Satgas kepada anak-anak di kedua negeri ini. Kami (Satgas) melakukan agak berbeda yaitu Baksos dengan mengedepankan kearfian lokal berupa khitanan massal, gratis, yang diawali dengan Tahlilan dan kirab hadrah tabuhan rebana dan alunan shalawat,”jelas pria kelahiran Manado ini.

Pada kesempatan ini, Fanny juga mengungkapkan bahwa semua agama mengajarkan anti kekerasan dan selalu cinta damai.

“Demikian juga adat istiadat yang diwariskan  oleh leluhur, memiliki tujuan yang baik. Untuk itu, kita harus menjaga, memelihara dan melestarikannya sebagai budaya bangsa,”tegasnya.

Menurutnya, damai bukanlah pernyataan menyerah, tapi damai adalah pernyataan kemenangan keikhlasan dan kesadaraan hati bahwa katong samua saudara.

Sebelum dilakukan khitanan massal dilakukan ritual adat dan  mengarak anak-anak yang akan dikhitan mengelilingi kampung, dengan diiringi marawis serta dilakukan tahlilan/pembacaan doa.

Sementara itu, salah satu  pejabat Negeri Latu, Abu Bakar Patty menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial seperti itu baru pertama kali dilaksanakan di Negeri Latu.

“Semuanya lengkap, mulai dari pengobatan, penyuluhan Kamtibmas dan bakti sosial khitanan massal. Ini menujukkan ketulusan dan keseriusan Bapak-Bapak Satgas 711/Rks serta sayang kapada kami (Latu dan Hualoy), seperti saudara mereka sendiri,”tuturnya.(ay)

 

About ahmad yani

Check Also

113 Anggota Polri Dipecat Sepanjang Tahun 2020

Jakarta,  koranpelita.com Sebanyak 113 anggota Polri dipecat dari keanggotaan Bhayangkara akibat terlibat berbagai pelanggaran berat. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *