Koordinator Presidium Majelis Nasional Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Hanafiah Husein

Forhati Imbau Perempuan Muslimah Menghindari Hoax

Jakarta, Koranpelita.com

Koordinator Presidium Majelis Nasional Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Hanafiah Husein mengingatkan agar perempuan muslimah harus cerdas, teliti dan senantiasa melakukan “cross check” dalam menerima setiap berita atau informasi, agar terhindar dari hoax.

“Forhati, mahasiswi dan kaum perempuan yang tergabung dalam Organisasi Wanita Islam harus menjadi pelopor penyebaran informasi yang benar dan tidak terjebak ke dalam penyebaran hoax,” ujar Hanafiah Husein ketika menjadi pembicara di Seminar Forhati “Emak dan Millenial Solid, Sadar Olah Literasi Digital” di Jakarta, kemarin

Ditegaskan Hanafiah Husein, “cross check” atau tabayyun itu penting mengingat perkembangan teknologi informasi yang menggerakkan industri digital, telah mempengaruhi perilaku masyarakat, terutama berkaitan dengan perilaku politik menjelang pemilihan presiden saat ini.

“Itulah yang menjadi dasar pengelenggaraan seminar ini, agar Alumni HMI Wati, mahasiswi-mahasiswi Islam, dan Organisasi Organisasi Perempuan Islam tidak menjadi bagian dari kalangan yang sering menyebarkan hoax,” papar dia.

Mengutip data dari Mafindo, Hanafiah mengatakan bahwa ibu-ibu merupakan penyebar hoax utama, karena mereka malas melakukan “cross check”, atau melakukan verifikasi dan konfirmasi. “Lakukan ‘cross check’ agar selamat dari jeratan hukum,” imbau dia.

Sementara Muhammad Khairi Haesy dari Mafindo, yang juga tampil sebagai pembicara memberikan tips cerdas agar kaum perempuan senantiasa tabayyun dalam menerima informasi dari media sosial. Tips itu antara lain; sabar, kritis dan bagi yang memilik Android agar menggunakan “playstore” untuk mengecek ke absahan informasi itu.

Sedangkan Herlando Maradona yang mewakili Kementerian Kominfo mengatakan, pemerintah mendukung kegiatan yang dilakukan Forhati dan sangat mengapresiasi anggota masyarakat yang berinisiatif menjadi pengguna media social yang cerdas, sehingga tidak mudah menyebar hoax dan menjadi penyebab timbulnya perpecahan dan ketidaknyamanan.

Insya Allah setelah pemilu serentak 2019 pada 17 April nanti, situasi akan kembali normal, tidak ada lagi informasi-informasi hoax. Forhati dan Perempuan–perempuan Muslimah yang tergabung dalam organisasi Islam lainnya tetap semakin cerdas (smart) dan kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi sehingga bermanfaat bagi penerima. (kh)

About dwidjo -

Check Also

Komnas HAM Agar  Selidiki Dugaan Pelanggaran Penangkapan Aktivis KAMI

Jakarta,  Koranpelita.com Tim Advokasi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) mendesak Komisi Nasional Hak Azasi Manusia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *