PDAM Respon Cepat Keluhan Masyarakat

Depok, Koranpelita.com
Menanggapi keluhan masyarakat terkait galian pipa PDAM di Jalan Margonda Raya. Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Depok, Imas Diah Pitaloka meminta maaf sekaligus memohon pengertian masyarakat khususnya pengguna jalan yang terdampak kegiatan galian pipa PDAM.

“Kami sudah banyak menerima keluhan masyarakat. Mohon maaf dan pengertian masyarakat serta para pengguna jalan. Kegiatan ini untuk kepentingan umum yang lebih besar,”ucap Imas saat ditemui di kantornya, Rabu (27/03/2019).

Imas mengaku bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Polres Depok, dan Dinas Perhubungan Kota Depok guna mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat pekerjaan proyek tersebut.

“Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengurangi kemacetan. Ini bentuk pemahaman dan respon kami atas keluhan masyarakat. Kami juga mengerahkan 40 personil untuk mengawasi pelaksanaan proyek pemasangan pipa air itu” katanya.

Imas menjelaskan, proyek galian PDAM dikerjaka mulai dari Jalan Kartini hingga sepanjang Jalan Margonda sampai fly over UI. Anggaran pekerjaan proyek senilai Rp 11 miliar.

“proyek ini cukup besar yakni revitalisasi pemasangan pipa air di dua jalan utama yakni di Jalan Kartini dan Jalan Margonda sepanjang 7,7 kilometer,” ungkap Imas seraya menambahkan bahwa pekerjaan galian pipa PDAM ini diperkirakan berlangsung selama enam bulan.

Ditempat terpisah, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna mengatakan bahwa sejak awal dirinya sudah meminta pekerjaan pemasangan jaringan pipa air bersih PDAM harus mengikuti aturan dan menjaga kenyamanan pemakai kendaraan seperti tanah galian tidak boleh berceceran ke badan jalan, ketika pipa selesai dipasang lubang galian langsung ditutup.
“Maka dari itu, sejak awal sudah diingatkan agar menjaga kenyamanan dan kebersihan di lokasi proyek pekerjaan,” ucap pradi.(swd)

About djo

Check Also

Buruh Kembali Demo ke Istana,  Transjakarta Modifikasi Lima Rute 

Jakarta, koranpelita.com Unjuk rasa menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja terus berlanjut di Jakarta. Kawasan Patung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *