SELAMATKAN BAYI-Prajurit Yonif RK 751/VJS yang berhasil melakukan penyelamatan terhadap seorang Bayi Suku Asli Papua  yang terjebak selama 6 jam dikolong rumah akibat banjir di Kabupaten Sentani. (Dispenad)

Banjir Sentani, Anggota TNI AD Selamatkan Bayi 6 Jam Terjepit Kayu

Aksi heroik kembali ditunjukkan oleh anggota TNI AD, yaitu  Prajurit Yonif RK 751/VJS yang berhasil melakukan penyelamatan terhadap seorang Bayi Suku Asli Papua (5 bulan) yang terjebak selama 6 jam dikolong rumah akibat banjir yang  menerjang di Kabupaten Sentani.

Sentani, Koranpelita.com-Kapendam XVII/Cen Kolonel Inf Muhammad Aidi mengungkapakan bahwa proses evakuasi dan penyelamatan itu terjadi pada Sabtu (16/3) sekitar pukul 08.00 Wita.

“Saat itu Tim Yonif 751 melakukan penyisiran daerah terdampak banjir di Kampung Taruna, Jalan Sosial Taruna Sentani, diantaranya Sertu Hanafi, Sertu Samsi, Prada Yacob, Prada Yusril dan Prada Syahril,”ujar Aidi.

Mendengar adanya seorang bayi yang terjepit di kolong untuhan rumah, maka kelimanya langsung beraksi untuk membantu menyelamatkanya bayi mungil tersebut. Prosesnya menurut Aidi cukup lama, karena harus hati-hati supaya sang bayi selamat dengan cepat

“Akhirnya dibantu yang lain, Prada Syahril berhasil mengeluarkan tubuh bayi yang masih terhimpit reruntuhan kayu dengan menggunakan gergaji,” ungkapnya.

Untuk  memberikan pertolongan pertama, Prada Syahril bersama temannya langsung membawa Bayi ke Puskesmas terdekat dengan menggunakan sepeda motor. Untungnya saat diperjalanan berpapasan dengan Ambulance, maka Bayi tersebut segera dipindahkan untuk mendapat penanganan dan dievakuasi ke Puskesmas Sentani.

Sementara itu terkait Banjir Sentani sejak Sabtu (16/3/2019), Aidi menegaskan bahwa  Pangdam XVII/Cen, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, S.I.P telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memberikan bantuan dan penyelamatan terhadap  korban terdampak banjir.

Hingga saat ini, menurut Aidi,  Kodam XVII/Cen) telah mengerahkan berbagai satuan terdekat sebagai  satuan  tanggap bencana, yang diantaranya Bekangdam yang telah mendirikan Posko dan Dapur umum, 2 SST (Satuan Setingkat Peleton) dari Denzipur 10/KYD serta  6 SSK (Satuan Setingkat Kompi) dari Yonif R 751/WJS dan Yonif R 514/SY, sebagai satuan evakuasi dan penyelamatan korban.

“Untuk menjamin kesatuan komando dan efektifitas penanggulangan bencana, seluruh perbantuan TNI dikendalikan langsung oleh Danrem 172/VWJ (Kolonel Inf Jonathan B Sianipar) selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi atau Dankolaops”, tutupnya.(ay)

About ahmad yani

Check Also

Temui Rektor, Kapolda Kalbar Sampaikan Kondisi Dua Mahasiwa Untan

Pontianak, koranpelita.com  Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Dr. R. Sigid Tri Hardjanto temui Rektor Universitas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *